Megahnya Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Mampu Tampung 4.200 Jamaah

Pembangunan Masjid Agung Baitul Ghafur dimulai tahun 2010, ketika Akmal Ibrahim SH menjabat Bupati Abdya Masa Jabatan 2007-2012, lalu.

Editor: Khalidin
SERAMBIWIKI/ZAINUN YUSUF
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya berlokasi di Gampong Seunaloh, Blangpidie, berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare diresmikan pada 11 Februari 2020.
SERAMBIWIKI/ZAINUN YUSUF
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya berlokasi di Gampong Seunaloh, Blangpidie, berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare diresmikan pada 11 Februari 2020. Warga dan para musafir menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Sabtu (24/4/2021).
SERAMBIWIKI/ZAINUN YUSUF
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya berlokasi di Gampong Seunaloh, Blangpidie, berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare diresmikan pada 11 Februari 2020. Kemegahan dan keindahannya menarik perhatian masyarakat sebagai lokasi akad nikah bagi pasangan yang menikah.
SERAMBIWIKI/ZAINUN YUSUF
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya berlokasi di Gampong Seunaloh, Blangpidie, berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare diresmikan pada 11 Februari 2020.
SERAMBIWIKI/ZAINUN YUSUF
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya berlokasi di Gampong Seunaloh, Blangpidie, berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare diresmikan pada 11 Februari 2020. Warga dan para musafir menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Sabtu (24/4/2021).

SERAMBIWIKI,COM,BLANGPIDIE - Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG) merupakan rumah ibadah kebanggaan masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat ini.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektare (ha) berlokasi di Desa/Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie.

Masjid milik Pemkab Abdya ini berdiri megah dan indah di pinggir jalan atau pada lintasan alternatif dari Kota Blangpidie menuju Guhang-Cot, Manee, Kecamatan Jeumpa, arah ke Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat.

Keberadaan MABG tidak jauh dari aliran sungai besar setempat atau hanya 150 meter dari kepala jembatan rangka baja Krueng Beukah, sebuah aliran sungai besar yang membelah wilayah Kecamatan Blangpidie.

Masjid Agung Baitul Ghafur diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Akmal Ibrahim SH pada 11 Februari 2020 lalu.

Pembangunannya dimulai tahun 2010, ketika Akmal Ibrahim SH menjabat Bupati Abdya Masa Jabatan 2007-2012, lalu.

Pembangunan MABG sempat terbengkalai sekitar 6 tahun atau sejak tahun 2012 setelah menyerap anggaran untuk pembangunan pondasi dan tiang sekitar Rp 10 miliar.

Lalu, pembangunannya dilanjutkan kembali setelah Akmal Ibrahim SH dipilih kembali sebagai Bupati Abdya Masa Jabatan 2017-2022.

Baca juga: Masjid Al Falah Pondok Baru Bener Meriah, Penyatu Suku Gayo, Aceh dan Jawa

Baca juga: Asilmi, Masjid Warisan Soeharto di Kota Subulussalam, Selalu Ramai Jamaah

Baca juga: Ini Dia Masjid Tuo Al-Khairiyah Tapaktuan,Pembangunannya Memakai Tukang asal Tionghoa

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Abdya, Armayadi ST kepada Serambiwiki, Senin (26/4/2021 menjelaskan, alokasi anggaran untuk lanjutan pembangunan MABG pada jabatan kedua Bupati Akmal tahun mencapai Rp 33 miliar.

Jika dijumlahkan dengan anggaran pondasi dan tiang masjid pada masa jabatan periode pertama Bupati Akmal sekitar Rp 10 miliar, maka total anggaran yang sudah diserap sampai tahun 2020 mencapai Rp 48 miliar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved