Kisah Perjuangan Bahrul Kiram, 15 Tahun Mengabdi Jadi Guru Honorer di Aceh Utara

Lalu, untuk setengah hari, Bahrul menjadi penyiar, ia sanggup membaca sampai dengan ratusan kupon dalam dua jam.

Penulis: Jafaruddin
Editor: Khalidin
FOR SERAMBI
TGK BAHRUL KIRAM 

SERAMBIWIKI.COM,LHOKSUKON - Matanya berkaca-kaca dan suara sedikit tertekan ketika Bahrul Kiram mengenang kisahnya sedih saat ia bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Seunuddon, Aceh Utara tahun 1978.

Sulung dari 10 bersaudara itu, saban hari berjalan kaki dari rumahnya ke sekolah tanpa sandal, apalagi sepatu, dan sesekali tanpa jajan, yang terpaut sekitar tiga kilometer dari rumahnya di Desa Blang Pha.

Kantong kresek hitam berisi satu buku dan pensil dikepit di badannya dengan tali rafia hitam. Langkahnya agak pelan, menghindari kotoran ternak yang berceceran di jalan yang menuju ke sekolah. Setelah pulang, Bahrul harus melepaskan ternaknya untuk dikembala.

“Sampai tamat SD saya belum memiliki sepatu,” kenang Bahrul Kiram yang kini menjadi Guru Honorer SMP Negeri 3 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Bahrul bercerita kisah tersebut kepada Serambiwiki.com, baru-baru ini di sebuah warung kopi di Lhokseumawe, ditemani seorang temannya.

Degungan bak suara tawon dari pengunjung warung kopi tersebut tak mengganggunya bercerita.

Bahrul mampu bercerita dengan lancar soal pengabdiannya yang sudah 16 tahun menjadi guru honorer. Namun, suaranya kembali seperti tercekat berat saat ia kembali mengenang, ketika ia mulai sekolah. Bahrul memang bukan murid berprestasi saat itu.

Baca juga: Rujak Ujong Blang, Cemilan Tersohor di Pesisir Lhokseumawe

Baca juga: Kisah Danial dari Karier Kepala KUA, Lalu Direktur Pascasarjana Sekarang Rektor IAIN Lhokseumawe

Namun, ia termasuk murid yang periang dan mampu bergaul dengan semua murid lain tanpa membedakan.

“Karena tak ada jajan, saya sering membantu PR (pekerjaan rumah sebagai tugas sekolah) teman-teman lainnya di sekolah, dan kadang membawa pulang ke rumah, sehingga teman-teman nantinya mengajak saya jajan di kantin ketika jam istirahat,” ungkap ayah, satu putera dan puteri ini.

Bahrul menyelesaikan pendidikan SD pada tahun 1984. Memasuki SMP, baru memiliki sepatu. Namun, perjalanan dari rumah sekolah masih ditempuhnya berjalan kaki.

Seusai pulang sekolah, pria kelahiran 14 Januari 1973 itu, mengembala ternak dan sesekali memanggul cangkul untuk pergi ke sawahnya.

“Ada satu peristiwa ketika masih SMP yang masih saya kenang sampai saat ini,” ujar Bahrul, terdiam sesaat.

Ia mengaku harus mengenakan celana cokelat training dalam jangka yang lama, yang biasa digunakan untuk bermain.

Suami Fajriani ini kemudian melanjutkan pendidikan ke Dayah Salafi, Nurussalam di Kecamatan Syamtalira Aron setelah menamatkan SMP Tahun 1987.

Baca juga: Kisah Cek Bay, Eks Penembak Misterius GAM yang Kini Jadi Anggota DPRK Aceh Utara

Baca juga: Sejarah Tarian Mop-Mop, Berawal di Pidie Tahun 1950-an, Berkembang Hingga Aceh Utara dan Aceh Besar

Setelah mengajar di Dayah kawasan Aceh Tamiang, lalu melanjutkan pendidikan ke Dayah Bahrul Ulum Diniayah Islamiyah Lamno, Aceh Jaya. Lagi-lagi, Bahrul mengalami kendala untuk biaya pendidikan.

“Saat itu ada yang mengajak saya mendirikan Radio, namanya Genta Pase,” ujar, lulusan Program Pascasarjana Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Malikussaleh, Lhokseumawe pada tahun 2015 itu.

Lalu, untuk setengah hari, Bahrul menjadi penyiar, ia sanggup membaca sampai dengan ratusan kupon dalam dua jam.

Teman-teman seusianya kemudian memanggilnya Mas Kiram. Bahrul merasa saat itu sangat dimuliakan, setiap ada acara selalu mendapat undangan dan termasuk salah satu tamu kehormatan setelah terkenal menjadi penyiar radio.

“Selalu diundang kemana-mana, karena saat itu Radio menjadi barang langka,” kenang Bahrul.

Tahun 2010 Bahrul akhirnya berhasil menyelesaikan Strata Satu (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Muhammadiyah Aceh, yang kelas jarak jauh yang dibuka di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, setelah pulang dari dayah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved