Mengenang H Makmur Syahputtra, SH,MM,  Tokoh Subussalam yang Juga Mantan Bupati Aceh Singkil 

Dia adalah mendiang H Makmur Syahputtra, SH,MM putra terbaik Kota Subulussalam yang juga Bupati Aceh Singkil periode 1999-2004 dan 2007-2012

Penulis: Khalidin
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Dokumen Foto Almarhum H Makmursyah Putra, SH MM
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Prosesi pemakaman jenazah H Makmur Syahputtra, SH,MM putra terbaik Kota Subulussalam yang juga mantan Bupati Aceh Singkil periode 1999-2004 dan 2007-2012 digelar semi militer pada hari, Minggu (16/10/2011) di Pemakaman Keluarga Raja Penanggalan, di Desa Penanggalan, Subulussalam

Makmursyah Putra juga merupakan pejuang pemekaran Kota Subulussalam. Kecuali itu, Makmursyah Putra juga memimpin DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) selama dua periode hingga sekarang.

Selain itu, Makmursyah Putra menjadi bidan lahirnya Pemko Subulussalam. Makmur memiliki andil besar atas pemekeran Pemko Subulussalam yang digagas sejak 2002 lalu. Dia bukan sekadar memberikan rekomendasi tapi selalu mensupport anggaran terkait perjuangan pemekaran yang akhirnya terealisasi 2 Januari 2007 itu

Haji Asmauddin, salah satu tokoh Aceh Singkil dan Subulussalam yang merupakan sahabat almarhum turut hadir di rumah duka.

Asmauddin yang juga mantan Pj.Wali Kota Subulussalam adalah salah satu dari orang yang cukup akrab dengan almarhum. Kepala Dinas Pertanian Aceh Singkil ini-pun mengaku kehilangan sosok sahabat yang sangat dekat dengannya.

”Beliau saya anggap sebagai sahabat dan guru besar baik di pemerintahan maupun organisasi,” kata Asmauddin selepas proses pemakaman almarhum Makmur kepada Serambinews.com tahun 2011.

Di mata Asmauddin, semasa hidupnya almarhum Makmur sosok pejuang dan tokoh pembangunan yang tegas dan berwibawa. Asmauddin menuturkan kedekatannya dengan almarhum Makmur karena sejak keduanya bertugas dari Aceh Selatan hingga Aceh Singkil selalu bersama.

Saat Makmur memangku jabatan Pembantu Bupati Aceh Selatan, Asmauddin merupakan camat di Singkil. Pun demikian ketika menjadi Bupati Aceh Singkil, Asmauddin menduduki jabatan Kepala Dinas Perhubungan setempat.

Di organisasi, keduanya juga selalu bersama seperti ketika Makmur menjadi ketua DPD KNPI Aceh Selatan, Asmauddin sebagai sekretaris, kemudian kala Makmur memimpin Yayasan Pembangunan Masyarakat Aceh Singkil, Asmauddin pun menjadi bendahara.

Sedangkan di kepanitiaan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil dari Aceh Selatan yang diketuai Makmur, Asmauddin sebagai wakil ketua.

Asmauddin menceritakan betapa getolnya Makmur memperjuangkan Aceh Singkil menjadi sebuah kabupaten bahkan melahirkan sebuah Kota Subulussalam.

Pemekaran Pemko Subulussalam juga merupakan gagasan Makmur pada tanggal 28 Oktober 2003 bertepatan pada peringatan Sumpah Pemuda.

Asmauddin yang merupakan mantan Ketua Panitia Pemekaran Pemko Subulussalam menyatakan, tanpa perjuangan dan dukungan Makmur, Pemko Subulussalam akan sulit terwujud.

Pemekaran Kota Subulussalam, kata Asmauddin berbeda dengan pemekaran Aceh Singkil dari Aceh Selatan. Di mana pemekaran Aceh Singkil tidak ada dukungan dana dari APBD dari kabupaten Induk.

Sedangkan Pemekaran Subulussalam, tidak sekedar dukungan moril, Makmur selaku Bupati Aceh Singkil juga terus mensupport dana dari APBD setiap tahun hingga Subulussalam terbentuk bahkan ketika diadakan syukuran atas suksesnya daerah ini dimekarkan.

Bahkan setelah resmi mekar pun, Makmur melalui APBD Aceh Singkil mensupport dana selama dua tahun hingga Rp 10 miliar.

Dalam kepempinannya, Makmur dinilai seorang pemimpin yang memberikan kewenangan penuh kepada pembantunya.

Menurut Asmauddin, almarhum mengharapkan pejabat yang ditunjuk kreatif dan innovatif.”Tapi nyatanya, banyak pejabat yang tak mampu mengimbangi ide pak Makmur, kalau saya ibaratkan, beliau larai sementara pejabatnya berjalan sehingga kami selalu ketinggalan,” tutur Asmauddin

Asmauddin menambahkan, Makmur selalu menghargai saran dan masukan dari stafnya jika untuk kemaslatahan rakyat.

Sebelum meninggal, Asmauddin mengaku dititipi pesan agar bekerja dengan ikhlas, membantu pimpinan dengan ikhlas serta memperhatikan masyarakat demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Pesan tersebut juga disampaikan saat almarhum Makmur masih dirawat di sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara

Ikuti kami di
KOMENTAR
260 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved