Sejarah

Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Diselenggarakan Sejak 1958, Dipusatkan di Banda Aceh

PKA 1 diselenggarakan pada 12-23 Agustus 1958.Dilaksanakan dalam kepemimpinan Gubernur.Hasjmy, memiliki semangat pemulihan luka perang dan konflik

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
Serambinews.com/Hendri
Perserta mengikuti lomba perahu hias yang digelar di Krueng (sungai) Aceh, Banda Aceh sebagai bagian dari event Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Senin, (13/8/2020). Dalam perhelatan ini ada 22 perahu hias yang berlaga. 

SERAMBIWIKI.COM - Provinsi Aceh memiliki kegiataan kebudayaan yang besar dan rutin, diselenggarakan pertama sekali pada 1958. Namanya Pekan Kebudayaan Aceh atau PKA.

Pada 2018 lalu, Aceh menyelenggarakan PKA 7. Sejak awal pelaksanaan PKA dipusatkan di Banda Aceh. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung tiap lima tahun sekali.

Namun karena terjadi berbagai peristiwa, termasuk konflik keamanan, mengakibatkan penyelenggaraan tidak bisa dilakukan sesuai jadwal.

PKA 1 diselenggarakan pada 12-23 Agustus 1958.Dilaksanakan dalam kepemimpinan Gubernur. Hasjmy, memiliki semangat pemulihan luka perang dan konflik DI/TII.

Berhasil menggali 20 seni tradisi dan kreasi. Termasuk Ranub Lampuan dan Punca Utama. Dibuka oleh Ketua Umum PKA 1 Mayor T. Hamzah di Balai Teuku Umar Koetaradja atau Banda Aceh. Ditutup Menteri P dan K Prof. Dr. Prijono.

PKA 2, berlangsung 20 Agustus 1972 sampai 2 September 1972. Lokasi Lapangan Blang Padang Banda Aceh. Masa itu Gubernur Aceh Muzakir Walad, semangat PKA 2 membuka isolasi.

Ketua Umum PKA 2 Wakil Gubernur Marzuki Nyakman. Menggali dan menampilkan 35 seni tradisi. Pada saat itu untuk pertama kali dilakukan upacara penyerahan gajah putih dari Kontingen Aceh Tengah kepada Gubernur Aceh.

Baca juga: Keuneunong, Peusijuek, dan Rapai Bubee, Tiga Budaya Aceh Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Nasional

Baca juga: Sejarah Tugu Bundaran Simpang Lima Banda Aceh

Baca juga: Krueng Daroy, Sungai Bersejarah Menyimpan Memori Kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam

Upacara penyerahan yang sangat kreatif. Dibuka Menteri Penerangan Budiardjo dan ditutup Ibu Tien Soeharto. Salah satu rekomendasi PKA 2 adalah medirikan Institut Seni Budaya Aceh.

Kabupaten Aceh Tengah Juara Umum. Piala bergilir Presiden diserahkan oleh Ibu TienSoeharto kepada Bupati Aceh Tengah Nurdin Sufie.

PKA 3, pada 24 Agustus 1988 sampai 3 September 1988. Dibuka oleh Wakil Presiden Sudharmono, SH di Stadion Lampineung Banda Aceh. Ditutup Dirjen Kebudayaan Drs. GPBH Poeger.

Aceh dipimpin Gubernur Ibrahim Hasan, Wakil Gubernur T. Djohan, menggali dan mengembangkan tradisi. Sebelumnya dibentuk Lembaga Adat dankebudayaan Aceh (LAKA) serta Dewan Kesenian Aceh (DKA) yang mempersiapkan PKA3.

Umum PKA dijabat Wakil Gubernur T.Djohan. Dalam PKA 3 ini menampilkan 125 lebih seni tradisi dan kreasi. Di era ini berhasil mengangkat kembali tradisi terpendam, upacara adat, termasuk maulid raya.

Semangat mengembalikan kejayaan budaya Aceh. Hadir delegasi seni dari Malaysia,Institut Teknologi Mara. Juara Umum Aceh Barat.

PKA 4 diselenggarakan 18-28 Agustus 2004. Di era Gubernur Abdullah Puteh dan Wagub Azwar Abubakar, serta Sekda Thantawi Ishak.

Sebagai penawar di era jeda kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan RI-GAM. Berhasil didirikan Taman Ratu Safiatuddin, sentral penyelenggaraan PKA.

Penyair dan dramawan ternama Indonesia, WS. Rendra tampil membaca puisi berjudul "Universitas Syiah Kuala, Guru Kami" di Taman Ratu Safiatuddin.

Juga tampil Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri dan penyair Aceh Fikar W.Eda membawakan"Salam Damai." Juara Umum PKA Aceh Tengah.

PKA 5 pada 1-11 Agustus 2009,Gubernur Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Muhammad Nazar, mengisi era baru pasca tsunami dan Mou Helsinki.

Digelar tari massal melibatkan 400 lebih penari dipadukan dengan pembacaan puisi penyair Aceh Fikar W.Eda. Itulah untuk pertama sekali puisi masuk dalam upacara pembukaan PKA di Stadion Dimurthala Lampineung. Dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Masih dalam rangkaian PKA, juga digelar Aceh International Literary Festival (AiLFEST) menghadirkan penyair Hungaria, Australia, Malaysia, Cina, Italia, Malaysia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved