Sejarah

Dataran Tinggi Gayo Alas, Di Pedalaman Aceh, Awalnya Satu Wilayah Administratif

Wilayahnya meliputi tiga kawedanan, yaitu Kawedanan Takengon, Kawedanan Gayo Lues, dan Kawedanan Tanah Alas.

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
Serambi Indonesia
Suku gayo zaman dahulu (gayonusantara.blogspot.co.id) 

SERAMBIWIKI.COM - Provinsi Aceh secara sederhana terbagi dalam tiga kawasan. Yakni kawasan pesisir; meliputi utara dan timur, serta pesisir barat dan selatan; kawasan pegunungan meliputi tengah dan tenggara; kawasan kepulauan meliputi Simeulue dan Pulau Weh.

Khusus kawasan pedalaman, sering disebut dengan Dataran Tinggi Gayo Alas atau Datiga. Terdapat empat kabupaten yang saling berbatasan dan berada dalam jejeran Bukit Barisan di kawasan ini,

yaitu Kabupaten Aceh Tengah dengan ibukota Takengon Kabupaten Bener Meriah ibukota Redelong, Kabupaten Gayo Lues ibukota Belangkejeren, dan Kabupaten Aceh Tenggara dengan ibukota Kutacane.

Kawasan ini dulu adalah satu kesatuan administratif dengan kabupaten induk, Aceh Tengah. Mula - mula Aceh Tengah berdiri sebagai satuan administratif pada tanggal 14 April 1948

berdasarkan Oendang-Oendang Nomor 10 Tahoen 1948 dan kemudian dikukuhkan sebagai sebuah kabupaten pada tanggal 14 November 1956 melalui Undang-Undang Nomor 7 (Darurat) Tahun 1956.

Wilayahnya meliputi tiga kawedanan, yaitu Kawedanan Takengon, Kawedanan Gayo Lues, dan Kawedanan Tanah Alas.

Kabupaten Aceh Tengah mekar pada tahun 1974, di mana Kewedanaan Tanah Alas ditetapkan menjadi kabupaten tersendiri berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 4/1974 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara.

Baca juga: Mengenal Sejarah Gayo, Salah Satu Etnis Tertua di Nusantara

Baca juga: Gua Loyang Sekam, Tempat Sembunyi Sultan Aceh Saat di Tanah Gayo

Baca juga: Tiga Presiden Sudah Kunjungi Dataran Tinggi Gayo, Pak Harto, SBY, Jokowi

Mayoritas penduduk Aceh Tenggara adalah suku Alas, di samping suku lain; Karo, Batak, Aceh, Minang, Jawa, Gayo dll.

Selanjutnya Kabupaten Aceh Tenggara mekar pula dengan dibentuknya Kabupaten Gayo Lues pada 10 April 2002 berdasarkan Undang-Undang (UU) No.4 Tahun 2002.

Kabupaten Aceh Tengah, juga kembali dimekarkan untuk kedua kalinya dengan membentuk Kabupaten Bener Meriah pada 2003 berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 41 Tahun 2003.

Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan Bener Meriah dihuni mayoritas suku Gayo. Berdampingan dengan siku - suku lainnya, Jawa, Aceh, Minang, Batak, Karo dll.

Tanah Gayo dan Tanah Alas sering disebut juga dengan istilah Gayo - Alas, yang mencerminkan satu kesatuan dari sejarah yang sama.

Gayo dan Alas adalah sebuah identitas kebudayaan, yang berbeda dengan Aceh di pesisir. Gayo dan Alas memiliki ciri sendiri; bahasa, kesenian, cara hidup, sistem adat, pola pemerintahan adat dan lain-lain.

Tanah Gayo dan Alas berbatasan bagian utara dengan Aceh Utara, Bireuen, di sebelah timur berbatasan dengan Aceh Timur dan Tamiang, di sebelah barat -Selatan berbatasan dengan Aceh Barat, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Barat Daya.

Luas wilayah Gayo-Alas kira-kira 15.615 Km2 dari luas Provinsi Aceh 56.020 Km2. Apabila dilihat dalam peta, maka jelas sekali wilayah Gayo -Alas ini merupakan pusat atau “jantung” Provinsi Aceh.

Wilayah ini terdiri dari wilayah dataran tinggi dengan banyak pegunungan. Dengan elevasi 1000 meter di atas permukaan laut sampai 2600 meter di permukaan laut.

Gunung yang terkenal adalah Gunung Leuser dengan puncak Loser 3.381 m terletak di Tanah Alas dan Gayo Lues.

Selanjutnya ada Gunung Bendahara 3.012 meter di Tanah Alas, Gunung Gajah atau Mugajah 3.079 M, Gunung Abung-Abung 2.988 m dan lain lain terletak di Pegunungan Gayo.

Di Aceh Tengah dan Bener Meriah terdapat Gunung Bur Ni Telong, Bur Ni Geredung, Bur Ni Pepanyi, Bur Ni Keliatan, Bur Ni Telege, Bur Ni Birah Panyang, Bur Ni Bies dan sebagainya.

Ada lagi Bur Ni Intim Intim, merupakan dinding pembatas antara kawasan Gayo Lues dan Tanah Alas dengan Gayo Linge dan Gayo Lut (Aceh Tengah-Bener Meriah).

Ikuti kami di
KOMENTAR
238 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved