Profil

Dulmusrid, dari Kernet Truk Hingga Jadi Bupati Aceh Singkil

Lantaran gagal berburu cita-cita TNI, Dulmusrid, akhirnya memutuskan untuk menjadi kernet mobil truk pengakut karet di kampungnya.

Editor: Zainal M Noor
Humas
Dulmusrid Bupati Aceh Singkil 

SERAMBIWIKI.COM, SINGKIL - Dulmusrid lahir di Blok VII Desa Sukarejo, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, pada 2 Februari 1970.

Dulmusrid merupakan Bupati Aceh Singkil hasil Pilkada 2017 bersama Wakil Bupati H Sazali S.Sos.

Pasangan ini dilantik oleh Gubernur Aceh drh Irwandi Yusuf, dalam rapat paripurna istimewa DPRK Aceh Singkil, tanggal 21 Juli 2017.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Serambinews.com (Grup SerambiWIKI), Dulmusrid tak pernah membayangkan akan menjadi bupati.

Karena cita-cita di masa kecilnya menjadi tentara atau polisi.

Akan tetapi cita-cita tersebut tak tergapai, meskipun sudah berusaha keras. 

Perjuangan hidup suami dari Atmah itu, dimulai selepas tamat dari SMA Negeri 1 Simpang Kanan, dengan mendaftar masuk tentara di Siantar, Sumatera Utara. 

Akan tetapi pada saat itu, dia gagal meskipun sudah dua kali mencoba untuk mendaftar di tentara.

Perjuangan untuk menjadi TNI tak sampai di situ.

Pada tahun berikutnya, dia kembali mencoba peruntungan tes masuk tentara dan polisi di Banda Aceh.

Lagi-lagi garis tangan tidak berpihak kepadanya. 

"Pengen jadi tentara atau polisi tapi gagal terus dalam tes," kata Dulmusrid, sambil tertawa lepas mengingat masa lalunya.

Lantaran gagal berburu cita-cita TNI, alumni SMA Negeri Simpang Kanan tersebut, akhirnya memutuskan untuk menjadi kernet mobil truk pengakut karet di Aceh Singkil. 

Tidak hanya itu, bahkan dia juga pernah menjadi kernet truk pengangkut kayu di hutan dan kernet bus Singkil-Medan.

Selain itu, pada saat itu, Dulmusrid Muda juga dipercaya sebagai ketua remaja masjid Baitul Rahman Desa Sukarejo.

Beranjak matang dipilih jadi ketua pemuda dan ketua pembangunan masjid Baitul Rahman.

Akhirnya masa lajangnya ditutup dengan mempersunting Atmah, seorang gadis di desanya di Sukarejo pada tahun 1996.

Dari pernikahan itu dikaruniai tiga orang anak. Masing-masing Ahmad Zahrowi (Almarhum), Dimas Subroto, dan Nurazizah.

Setelah menikah, pada usia 30 tahun, tepatnya tahun 2000 Dulmusrid dipercaya warga Sukarejo menjadi kepala desa.

Tak tanggung-tanggung karena memikat hati warga terpilih dua priode berturut-turut.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved