Profil

Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby, Pemimpin Dayah Darul Ulumuddiniyah Aceh Barat Daya

Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby, Pimpinan Dayah Darul Ulumuddiniyah Abdya dan Mursyid 110 Cabang Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah di Aceh

Editor: Zainal M Noor
Humas
Abuya Syeikh H Abdussalam H Ghaliby 

SERAMBIWIKI.COM, BLANGPIDIE – Abuya Syeikh H Abdusalam Ghaliby, merupakan salah seorang tokoh ulama berpengaruh di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Ulama kelahiran Panton Labu, Jamboe Aye, Aceh Utara, tanggal 28 Agustus 1943 ini, memimpin Dayah Darul Ulumuddiniyah, sebuah pesantren berlokasi di Desa Rambong, Kecamatan Setia, Abdya, berjarak sekitar 8 kilometer sebelah timur Kota Blangpidie.

Salah satu dayah terkenal di Abdya itu didirikan almarhum Syeikh H Muhammad Yatim bin Marby Al-Khalidy pada 21 Januari 1952 (15 Dulkaedah 1372 Hijriah), orangtua dari Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby.

Anak-anak dari almarhum Syeikh H Muhammad Yatim yang masih hidup sekarang ini, selain Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby, juga Drs Tgk H Asnawi MY, Tgk Abdul Majid MY, Tgk Tarjuddin MY, dan Laila.   

Abuya, memimpin Dayah Ulumuddiniyah sejak tahun 1989 hingga sekarang (2020), setelah menamatkan pendidikan di Akademi Dakwah dan Bahasa di Jakarta tahun 1988.

Seperti dayah umumnya di Aceh, Pesantren Darul Ulumunidiyah mengajarkan santriwan/ti membaca beragam kitab dan pendidikan rohani bagi jamaah Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah.

Dayah ini telah mencetak ratusan alumni pendidikan agama, dan sebagian besar diantara mereka saat ini menjadi pimpinan dayah di sejumlah tempat di Aceh.

Ada juga beberapa orang berkarir menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Para alumni tergabung dalam sebuah organisasi dinamakan Rabitah Ikhwani Alumni Dayah Darul Ulumuddiniyah (RIAD), dan  Abuya Abdussalam Ghaliby, dipercaya menjabat Ketua Umum RIAD Provinsi Aceh sejak 2010 sampai sekarang.

Selain sebagai tempat santri belajar membaca berbagai kitab, Dayah Darul Ulumuddiniyah juga menjadi pusat pendidikan rohani para jamaah Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah, dan  Abuya Abdussalam Ghaliby merupakan mursyid atau guru utama tarikat.

Baca juga: Acha, Wartawan Aceh yang Menghentak Dunia Lewat Laporan Investigasi Tragedi Pulot Cot Jeumpa

Tingkatan guru di bawah mursyid adalah Sa’dul khulafah dan Dewan Khalifah.

Implimentasi pendidikan rohani terhadap para jamaah tarikat, di Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Setia, Abdya, setiap tahun digelar kegiatan ibadah yang sangat kental nuansa islami, dinamakan ibadah suluk atau sulok. 

Dalam setahun, sedikitnya tiga kali dilaksanakan ibadah suluk, masing-masing 10 hari pada bulan Rabiul Awal, 30 hari pada bulan Syakban (Ramadhan) dan 10 hari pada bulan Zulhijjah.

Sebagai mursyid utama ibadah suluk adalah  Abuya Abdussalam, dibantu Sa’dul khulafah dan Dewan Khalifah. Kegiatan ibadah suluk dikelola sebuah panitia yang khusus dibentuk untuk itu.

Saban tahun, terutama pada bulan  Ramadhan,  tidak kurang 500 jamaah suluk dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh tumpah ke Dayah Darul Ulumuddiniyah Abdya.

Suluk (sulok) atau kaluet merupakan ibadah yang menyerahkan atau mendekatkan diri secara total kepada Allah SWT. Jamaah suluk berusaha melepaskan diri dari semua urusan duniawi.

Selama menjalankan ibadah suluk, jamaah tidak mengonsumsi makanan yang mengadung darah, tidak boleh mengonsumsi makanan melezatkan, hanya makan sayuran-sayuran, dan porsi makanan pun dikurangi.

Abuya Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby kepada SerambiWIKI, Kamis (10/12/2020) menjelaskan, pantangan bagi jamaah suluk memakan makanan mengandung darah  untuk mengekang hawa nafsu.

Karena selama melaksanakan ibadah suluk, jamaah hanya semata-mata melaksanakan amal kebijakan (takhalli dan tahalli), dan meninggalkan semua urusan duniawi.

Baca juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Aneuk Yatim dan Ya Rabbana, Viral Saat Tsunami Aceh 16 Tahun Lalu

Baca juga: Duh, Bukti Sejarah Itu Dirusak untuk Batu Asah, Fakta Miris di Kompleks Makam Putroe Balee di Pidie

Berkembang 110 Cabang

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved