Profil Syekh Abdurrauf, Anak Pinggir Sungai

Syekh Abdurrauf Bin Ali Al Fansuri, lahir di Kerjaan Suro, di daerah aliran sungai Lae Cinendang

SERAMBINEWS.COM/ HARI MAHARDHIKA
Seorang ibu mengajarkan anaknya mengaji di bantaran sungai Krueng Aceh di Gampong Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu (19/1). Suasana yang tenang di tepi sungai dengan pemandangan Masjid Haji Keuchik Leumik yang terletak di Gampong Lamseupeung itu menambah suasana nyaman bagi warga yang ingin bersantai. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

SERAMBIWIKI.COM, SINGKIL - Syekh Abdurrauf Bin Ali Al Fansuri, lahir di Kerjaan Suro, di daerah aliran sungai Lae Cinendang. Daerah aliran sungai itu kini masuk dalam kawasan Desa Tanjung Mas, Kecamatan Simpang Kanan.

Lokasi pemakaman Ali Al-Fansuri, ayahanda Syekh Abdurrauf, juga terletak di pinggir sungai Cinendang di seberang pemukiman penduduk Tanjung Mas.

Mu'adz Vochry mantan Wakil Bupati Aceh Singkil, membenarkan tempat kelahiran Syekh Abdurrauf di Kerajaan Suro.

“Tepat, jika Syekh Abdurrauf lahir di dekat daerah aliran sungai,” jelas peraih anugerah Asean Executive Golden Award tahun 2003 itu.

Pada masa lalu, kawasan tersebut masuk dalam wilayah Kerajaan Suro. Namun seiring perkembangan administrasi pemerintahan, wilayah pemakaman yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit warga itu, masuk ke dalam wilayah Tanjung Mas.

Memang tempat lahir Syekh Abdurruf tidak tepat di lokasi kompleks pemakaman Ayahandanya. "Tetapi lebih ke arah atas sungai lagi, masih dalam wilayah Kerajaan Suro," jelas Mu'adz.

Tanjung Mas, pada masanya merupakan kerajaan tersendiri yang berbeda wilayah dengan Kerajaan Suro. Dua kerajaan tersebut masuk dalam kerajaan enam belas yang berada di daerah aliran Sungai Cinendang dan Lae Soraya.

Tempat lahir penulis tafsir Al Quran pertama berbahasa melayu Tarjuman al-Mustafid di daerah aliran sungai juga diperkuat fakta bahwa moda transporatasi pada masa itu hanya menggunakan jalur sungai.

Berdasarkan disertasi Rinkes dengan judul Abdoerraoef Van Singkil, Syekh Abdurrauf lahir di Suro, sekitar tahun 1615 M atau 1024 H. Versi lain seperti terpampang di kompleks pemakaman Syekh Abdurrauf di Desa Deyah Raya, Kecamatan Syah Kuala pada lahir 1001 H atau 1591 M.

Syekh Abdurrauf Singkel, begitulah Prof Dr Azyumardi Azra menyebutnya.

Ayahandanya merupakan keturunan Persia atau Arab sedangkan ibunya berasal dari Fansur Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kemudian hijrah dan menetap di wilayah Kerajaan Suro.

Asal usul Ayahanda Syekh Abdurruf keturunan Arab dibenarkan Agus Cibro generasi ke-13 pemegang tongkat dan Al Quran tulisan tangan Syekh Abdurrauf.

“Kalau ada yang menyebut bermarga, bisa jadi karena tinggal di lingkungan bermarga. Namun beliau merupakan keturunan arab,” kata Mu’adz Vohry.

-

Syekh Abdurrauf Anak Pinggir Sungai | Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil | (Serambiwiki.com)

Ikuti kami di
Penulis: Hendri Abik
Editor: Dinar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved