Sejarah Islam

Days of Glory, Kisah Heroik Tentara Islam Membebaskan Prancis dari Cengkeraman Nazi

Film ini menceritakan tentang peran tentara Islam dalam membebaskan Prancis dari cengkeraman NAZI Jerman pada era Holocaust atau perang dunia II

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
zoom-inlihat foto Days of Glory, Kisah Heroik Tentara Islam Membebaskan Prancis dari Cengkeraman Nazi
Internet
Film Days Of Glory

SERAMBIWIKI.COM - Film ini mestinya ditonton oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Agar dia tahu betapa hebatnya perjuangan para tentara Islam dalam membebaskan Prancis dari cengkeraman Nazi, pada masa perang dunia II.

Tanpa keterlibatan bataliyon Muslim ini, bisa saja Prancis tidak bisa mencapai kemajuan seperti sekarang ini. 

"Days of Glory", begitulah judul yang diberikan pada film yang merekam kisah nyata itu.

Dalam bahasa Prancis film ini diberi judul Indigenes.

Sebuah film lama yang benar-benar memperlihatkan betapa Prancis harus menghargai umat Muslim. 

Film ini menceritakan tentang peran tentara Islam dalam membebaskan Prancis dari cengkeraman NAZI Jerman pada era Holocaust atau Perang Dunia II.

Baca juga: Chechnya, Republik Islam Dalam Negara Rusia, Mode Kelas Atas, Pesta Selebriti, dan Hukum Syariah

Film yang diproduksi di Prancis pada tahun 2006 ini disutradarai oleh Rachid Bouchareb.

Pemerannya meliputi Sami Bouajila, Jamel Debbouze, Samy Naceri, Roschdy Zem, Mélanie Laurent, dan Bernard Blancan.

Film tersebut berkisah tentang para prajurit dari Afrika Utara yang bertugas dalam Pasukan Pembebasan Prancis pada masa Perang Dunia Kedua.

Para tentara dari Batalion infantri Aljazair ke 7 atau RTA ke-7 (Régiment de Tirailleurs Algériens) ini ikut membebaskan Prancis dari cengkeraman NAZI Jerman. 

Tentara yang ada di Batalion ini adalah tentara rekrutan dari negara-negara di Afrika Utara.

Tentara di batalion ini terdiri dari dua elemen utama: pieds-noirs, yaitu orang-orang yang sebagian besar keturunan Eropa, dan penduduk asli, yang sebagian besar adalah keturunan Afrika.

Dikutip dari wikipedia, "Indigènes" pada gilirannya terdiri dari tiga kelompok utama: Aljazair, Maroko (dikenal sebagai goumiers), dan pasukan dari Afrika Sub-Sahara.

Hal itulah yang kemudian banyak tentara Muslim dalam pasukan tersebut.

Dalam film ini diperlihatkan betapa tegarnya para tentara yang menganut agama Islam dalam mengatasi diskriminasi.

Belum lagi, mereka memiliki keteguhan hati untuk bertempur, bahwa sampai titik darah terakhir.

Bahkan di akhir film ditunjukkan bagaimana 4 tentara sisa dari batalion tersebut bertempur habis-habisan menahan serangan batalion NAZI. 

Film ini memiliki cerita yang sangat bagus, dan mengingatkan bahwa Prancis harus menghormati dan menghargai umat Muslim.

Film ini sangat layak ditonton.

Baca juga: Ribuan Kuburan Muslim Ditemukan di Aragon Spanyol, Jejak Islam yang Hilang di Negeri Matador

Baca juga: Mahathir Mohamad Merasa Sedih dan Kesunyian, Satu Per Satu Sahabatnya Meninggal Dunia

Ikuti kami di
KOMENTAR
185 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved