Teluk Mendale Hadirkan Alam Danau Laut Tawar Dekat Situs Ditemukan Artefak Gayo Prasejarah

Teluk Mendale, sebuah kafe yang belum lama beroperasi berada tidak jauh dari lokasi penggalian arkeologi, Ceruk Mendale, dan Ujung Karang

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
SERAMBIWIKI.COM/FIKAR W.EDA
Teluk Mendale, sebuah kafe yang belum lama beroperasi berada tidak jauh dari lokasi penggalian arkeologi, Ceruk Mendale, dan Ujung Karang serta bersisian langsung dengan bibir Danau Laut Tawar. 

SERAMBIWIKI.COM, TAKENGON - Melakukan perjalanan wisata ke dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah, Anda tidak hanya dibikin betah oleh kenikmatan citarasa dan aroma kopi Gayo.

Melainkan Anda juga bisa menikmati sajian wisata Gayo Prasejarah yang mulai digalakkan.

Teluk Mendale, sebuah kafe yang belum lama beroperasi berada tidak jauh dari lokasi penggalian arkeologi, Ceruk Mendale, dan Ujung Karang serta bersisian langsung dengan bibir Danau Laut Tawar.

Bangunan kafe berbentuk kerucut menghadirkan kesan kekinian. Posisi kafe memperlihatkan suasana alam yang indah. Kafe terdiri dari dua lantai. Lantai atas fasiltas lesehan.

Di lantai bawah ada aoutdoor dan indoor. Pengunjung bebas memilih posisi yang diinginkan. Tapi sebetulnya semua posisi menghadirkan rasa nyaman dan menawarkan keindahan danau dan alam tanah Gayo.

Bagian depan terhampar riak danau yang lembut sementara di bagian belakang berbatasan dengan loyang atau gua Mendale tempat ditemukannya kerangka manusia prasejarah dan artefak-artefak budaya dari zaman mesolitikum dan neolotikum berusia 8400 tahun.

Baca juga: Ternyata Gayo Punya Alat Musik Dawai “Rebeb” Mirip Biola, Tapi Sudah Punah

Baca juga: Chairul Bahri, Pelukis Berdarah Gayo Sosok Perancang Pancacita Lambang Pemerintah Aceh

Baca juga: Dataran Tinggi Gayo Alas, Di Pedalaman Aceh, Awalnya Satu Wilayah Administratif

Tapi memang masih diperlukan kesiapan tertentu untuk menawarkan wisata Gayo Prasejarah. Seperti brosur, guide dan sebagainya. Sehingga nama Kafe Teluk Mendale benar-benar senyawa dengan temuan benda-benda Gayo Prasejarah tersebut.

Kafe ini berada di Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah, salah satu jalur lintasan padat para wisatawan yang ingin menikmati Danau Laut Tawar. Jarak dari kota Takengon sekitar 3,4 Km.

Kepala Peneliti Ceruk Mendale yang juga juga Kepala Balai Arkeologi Medan, Dr. Ketut Wiradnyana, menyatakan, potensi wisata Gayo Prasejarah sangat besar.

Ini sebuah daya tarik tersendiri. Ketut menyarankan agar disiapkan sumber daya manusia untuk memandu wisata Gayo Prasejarah tersebut.

Selain kafe Teluk Mendale, juga di kawasan itu terdapat kafe dan resto serta homestay dan lokasi wisata lainnya, antara lain Lemong Resto And Cafe, serta penginapan syariyah El Jadid Mendale dan sejumlah homestay lainnya.

Salah seorang pengunjung Afraghassani merasa terkesima saat mengunjungi Teluk Mendale. Ia kebetulan sedang melakukan Work From Home (WFH) dari kafe tersebut.

"Selama dua jam saya di sana,selama dua jam pula saya terkesima dengan suasana dan alamnya," kata Afra. Ia tidak tahu merekomendasikan Kafe Teluk Mendale menjadi salah satu tujuan wisata di Tanah Gayo. (fikar w eda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved