Dayah Raudhatun Najah Langsa, Padukan Konsep Pendidikan Ponpes dan Umum

Berdirinya Dayah Raudhatun Najah ini tidak terlepas dari banyaknya dukungan moril dan materil dari masyarakat

Penulis: Zubir
Editor: Khalidin
SERAMBIWIKI.COM/ZUBIR
Sejumlah santriwan dan santriwati mengikuti pendalaman materi oleh gurunya mengisi kegiatan di bulan Ramadhan ini. 

SERAMBIWIKI.COM, LANGSA -Pondok Pesantren selama ini cenderung diasumsikan sebagai institusi pendidikan artenatif kedua (second hand) karena secara umum, materi pendidikan yang diterapkannya memprioritaskan agama saja.

Karenanya Dayah Raudhatun Najah (berstatus yayasan) berada di Gampong Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur hadir dengan menerapkan sistem manajemen pendidikan secara modern.

Dayah Raudhatun Najah mencoba untuk menerapkan sistem pendidikan umum yang di kombinasikan dengan pendidikan agama diharapkan nanti para alumni mampu menghadapi tantangan zaman di era globalisasi.

Kini, di usianya yang masih tergolong muda lahir tahun 2006 silam, Dayah Raudhatun Najah telah melahirkan lebih kurang 1.800 lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Dayah.

Yayasan Dayah Raudhatun Najahini didirikan pada tahun 2006 oleh Tgk. H. Ridwan Gapi, S.Ag dengan status legalitas dayah (Badan Hukum) No C-52.HT.03.01-TH 1993.

Dayah Raudhatun Najah merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Islam memiliki cita-cita luhur untuk mendidik generasi bangsa dan agama agar menjadi manusia yang berintelektualitas tinggi.

Mampu menjawab tantangan zaman serta memiliki khazanah yang mulia di saat berada di tengah masyarakat.

Baca juga: Muhammad Ichram, Jebolan MUQ Langsa Juara 1 Dunia Static Monsters, Kini Jadi Motivator Olahraga

Baca juga: Toke Seuem, Mantan Kombatan GAM, Wali Kota Langsa Dua Periode

Sehingga alumni dari dayah Raudhatun Najah dapat mengembangkan ilmunya dan berkiprah serta menjadi agen perubahan dan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Berdirinya Dayah Raudhatun Najah ini tidak terlepas dari banyaknya dukungan moril dan materil dari masyarakat, khususnya masyarakat Desa Setempat dan masyarakat Kota Langsa pada umumnya.

Seiring dengan berjalannya waktu mulanya santri yang mondok di dayah Raudhatun Najah berjumlah 47 orang yang terdiri dari santri laki-laki dan perempuan.

Kala itu mereka tidak dipungut biaya apapun dan hanya di fasilitasi dengan bangunan seadanya, dengan rekontruksi kayu yang di peroleh dari swadaya masyarakat dan yayasan itu sendiri.

Guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, pada tahun 2007-2008 dengan semangat yalg tinggi, berdirilah sekolah umum yaitu Madrasah Tsanawiyah Raudhatun Najah di bawah naungan Yayasan Dayah Raudhatun Najah (YDRN) dengan status di akui oleh Kementrian Agama.

Dayah Raudhatun Najah mencoba untuk menerapkan sistem pendidikan umum yang di kombinasikan dengan pendidikan agama diharapkan nanti para alumni mampu menghadapi tantangan zaman di era globalisasi.

Selanjutnya pada tahun 2008 jumlah peminat dari masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke Dayah Raudhatun Najah meningkat luar biasa.

Mengingat usia Dayah Raudhatun Najah saat itu masih sangat belia dan baru berjalan tahun ke dua, akan tetapi santri yang mendaftar ke dayah Raudhatun Najah mencapai 150 orang.

Sehingga dikarenakan fasilitas yang di miliki dayah Raudhatun Najah yang masih kurang memadai serta kapasitas daya tampung santri sangat terbatas.

Baca juga: Asilmi, Masjid Warisan Soeharto di Kota Subulussalam, Selalu Ramai Jamaah

Baca juga: Darussaadah Cot Puuk Gandapura Pondok Pesantren Salafiah Tertua di Kabupaten Bireuen

Baca juga: Berdiri Sejak 1975, Yayasan Al Hanafiah Ini Khusus Pondok Pesantren Putri di Samalanga, Bireun

Maka pada tahun ke dua itu dilaksanakanlah seleksi tes bagi para santri yang mendaftar, sehingga yang diterima 102 santri yang terdiri dari 52 santriwan dan 50 santriwati.

Sehingga pada tahun 2008 dayah Raudhatun Najah telah memiliki santri sebanyak 147 orang, yang berdomisili di dalam Kota Langsa dan di luar Kota Langsa, jumlah dewan guru 15 (6 laki-laki dan 9 perempuan).

Seiring dengan berjalannya waktu ditahun 2009 Madrasah Tsanawiyah Raudhatun Najah telah meluluskan sebanyak 47 santri (santri angkatan ke-I).

Maka atas dasar pertimbangan para dewan guru dan wali santri sendiri, pimpinan dayah dan kepala yayasan, agar para santri memperoleh pembelajaran yang berkelanjutan ke tingkat selanjutnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
261 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved