Sejarah Islam

Masjid Ridha Jeumpa Dibangun Tahun 1960, Dulunya Konstruksi Kayu Sekarang Berarsitektur Megah

Masjid yang berlokasi  di Desa Cot Keutapang, Jeumpa KM 216 Jalan Banda Aceh Medan menjadi salah satu pilihan warga untuk melaksanakan ibadah shalat.

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Khalidin
SERAMBIWIKI/YUSMANDIN IDRIS
Masjid Ridha Jeumpa Bireuen, di Desa Cot Keutapang, Jeumpa KM 216 Jalan Banda Aceh Medan
SERAMBIWIKI/YUSMANDIN IDRIS
Masjid Ridha Jeumpa Bireuen, di Desa Cot Keutapang, Jeumpa KM 216 Jalan Banda Aceh Medan
SERAMBIWIKI/YUSMANDIN IDRIS
Masjid Ridha Jeumpa Bireuen, di Desa Cot Keutapang, Jeumpa KM 216 Jalan Banda Aceh Medan

SERAMBIWIKI.COM, BIREUEN - Bagi sebagian besar masyarakat yang sedang dalam perjalanan 
melintas Kabupaten Bireuen dipastikan pernah singgah untuk shalat lima waktu di
Masjid Ridha.

Masjid yang berlokasi  di Desa Cot Keutapang, Jeumpa KM 216 Jalan Banda Aceh Medan menjadi salah satu pilihan warga untuk melaksanakan ibadah shalat.

Masjid tersebut yang terletak di pinggir jalan negara dengan arsitektur bangunan megah, halaman luas, tempat parkir memadai.

Awalnya masjid yang dibangun sekitar tahun 1960 lalu ini ini  konstruksi kayu. Hal itu sebagaimana disampaikan Imam Syik Masjid Ridha, Tgk Yusran kepada Serambiwiki.com, Sabtu
(17/04/2021).

Dia mengatakan masjid tersebut memiliki sejarah panjang dan orang yang mengetahui sejarah dibangunnya masjid tersebut antara lain HT Burhanuddin Thaher.

Dia sejak lama sampai sekarang dipercayakan sebagai panitia pembangunan masjid dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Amatan Serambiwiki.com, masjid begitu indah dengan warna krem dan dipadu warna emas yang menarik, pintu gerbang megah konstruksinya sangat indah.

Baca juga: Berdiri Sejak 1975, Yayasan Al Hanafiah Ini Khusus Pondok Pesantren Putri di Samalanga, Bireun

Baca juga: Masjid Teungku Di Pucoek Krueng Beuracan dan Jejak Ulama Pencetak Sawah di Meureudu

Baca juga: Almunawarah Masjid Pertama Subulussalam

Pada sisi ruas jalan negara juga disediakan tempat parkir untuk roda empat yang memadai, Masuk ke dalam komplek masjid juga disediakan tempat parkir kendaraan roda empat yang luas dan ada pembatas.

Sedangkan sebelah utara lebih indah lagi, selain ada pohon penghijauan juga ditata sedemikian rupa.

Pada sisi utara juga terdapat areal parkir dan pintu masuk untuk sepeda motor, terdapat satu balai konstruksi kayu, tempat wudhuk juga ditata sedemikian rupa termasuk tempat cuci kaki sebelum melangkah ke dalam masjid.

Mesjid tersebut hanya satu dinding yaitu sebelah kiblat saja, sedangkan tiga sisi lainnya tidak ada dinding sama sekali atau terbuka, sehingga walaupun cuaca cukup panas hembusan angin menjadikan tempat ibadah tersebut tetap dingin.

Pada waktu shalat Jumat (16/04/2021), masjid penuh dengan jamaah bahkan meluber ke jalan, sepeda motor dan roda empat diparkir rapi.

HT Burhanuddin (67) atau sering dipanggil T Bur yang didampingi camat Jeumpa, Tarmizi ST kepada Serambiwiki.com menceritakan beberapa hal yang dia ketahui soal masjid Ridha Jeumpa.

Seingatnya berdasarkan informasi dari sejumlah orang tua, tanah lokasi masjid merupakan tanah wakaf almarhum Haji Ahmad, luas tanah 1.000 meter lebih.

Pada waktu itu ada informasi sekitar tahun 1960 masjid sudah dibangun. Penggagasnya waktu itu masyarakat empat desa sepakat membangun mesjid yaitu Cot Tarom Tunong, Cot Keutapang, Blang Cot Tunong.

Kemudian Seulembah membangun masjid dari kayu, masjid dari kayu bertahan hingga 1995. Mesjidnya sederhana dan menjadi tempat ibadah masyarakat dari berbagai desa termasuk dari Bireuen/

Pada awal tahun 1996 sepakat membangun masjid permanen yang diprakarsai almarhum HM Jamil atau
lebih dikenal H Jamil Kongsi dan sejumlah tokoh laiannya.

Panitianya antara lain almarhum Keuchik Ishak Sulaiman atau lebih dikenal Keuchik E dan tokoh lainnya. Satu hal yang sangat diingat kata T Bur, masjid kayu tersebut waktu itu dibongkar kemudian dihibahkan untuk masyarakat Jimjim, Pidie sebagai cikal bakal mendirikan masjid disana.

Bangunan dibongkar dibawa pulang ke Jimjim, pondasi bangunan juga dibantu panitia masjid Ridha waktu itu. Sedangkan imam syik pertama mesjid tersebut adalah almarhum Tgk Yacob Seulembah sampai tahun 2006
kemudian digantikan Tgk Yusran warga Desa Blang Cot Tunong, Jeumpa sampai sekarang.

H T Bur yang didampingi Camat Jeumpa, Tarmizi ST mengaku saat membangun masjid Ridha waktu itu terjadi krisis ekonomi, harga barang tidak menentu, panitia duduk terpaku karena memikirkan harga besi,
harga semen dan lainnya melonjak tajam.

Ikuti kami di
KOMENTAR
251 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved