destinasi

Tanah Kota Subulussalam Diyakini Habitatnya Bungai Bangkai, Ini Sederet Temuan

Terkini, bunga langka ini mekar di areal perkebunan masyarakat sekitar Barisan Toba (Barto) Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam

Penulis: Khalidin
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Dua kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum)di areal perkebunan masyarakat sekitar Barisan Toba (Barto), Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Dua kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum)di areal perkebunan masyarakat sekitar Barisan Toba (Barto), Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam jadi tontonan warga dan tempat berselfie ria.
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Dua kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum)di areal perkebunan masyarakat sekitar Barisan Toba (Barto), Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam jadi tontonan warga dan tempat berselfie ria.
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah perkebunan warga Dusun Namo Kongkir, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (11/1/2020) menjadi ajang warga berswafoto. (SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN)
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah perkebunan warga Dusun Namo Kongkir, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (11/1/2020) menjadi ajang warga berswafoto. (SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN)
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah perkebunan warga Dusun Namo Kongkir, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (11/1/2020) menjadi ajang warga berswafoto. (SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN)

Sampai saat ini, kata Kamal bunga bangkai masih tumbuh di lokasi sehingga siapa yang berkesempatan untuk melihat dapat menyusuri jurang Kedabuhen.

Sebaran bunga bangkai sebenarnya bukan hanya di kawasan Kedabuhen. Tahun 2009, dua kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) juga ditemukan tumbuh di tengah perkebunan warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, Minggu (28/6/2009) silam.

Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah hutan dekat perkebunan warga Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (27/10).
Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah hutan dekat perkebunan warga Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (27/10). (FOR SERAMBINEWS.COM)

Penemuan bunga bangkai tersebut sempat membuat warga di sekitarnya heboh lantaran mereka belum pernah melihat bunga seperti itu.

Bunga langka itu ditemukan pertama kali oleh Zona Sholin (32) dan Mulyadi Angkat (34). Keduanya adalah penduduk Desa Kampung Badar Kecamatan Rundeng.

Bunga tersebut ditemukan di areal kebun milik Mu’is (40), warga Kampung Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri. Saat menemukan bunga tersebut, Sholin dan rekannya pada malam itu sedang mencari ikan dan mencium bau busuk yang menyengat.

Keduanya mengaku ketakutan ketika mendengar suara gemuruh layaknya suara hewan yang sedang menyantap mangsanya.

Hermansyah Bancin, salah seorang pecinta alam menyampaikan dia kerap menemukan bunga bangai kala memasuki hutan dan gunung di Kota Subulussalam.

Herman yang kerap keluar masuk hutan, bukit dan gua mengaku juga pernah menemukan bunga bangkai jenis Rafflesia arnoldii di kawasan kedabuhen, Penanggalan.

Karenanya, Herman meyakini tanah Subulusalam endemik tumbuhan bunga bangkai sejenis. Herman juga mengaku dari hasil pembicaraannya dengan sejumlah penemu  bunga bangkai memperoleh informasi jika tanaman itu dapat dibudidayakan.

Menurut beberapa petani yang saya tanya, mereka sering menemukan bunga bangkai dan katanya dapat dibudidayakan. Karena ini yang kemarin ditemukan juga awalnya tumbuh tempat lain lalu dipindahkan dengan alat berat dan tetap bisa tumbuh seperti biasa," ujar Herman.

Herman juga menjelaskan jika bunga bangkai mekar setiap lima tahun sekali. Seperti halnya di kawasan barto, sebelumnya pernah mekar tahun 2015 lalu. (khalidin umar barat)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved