Seni dan Budaya

Pameran Kopi Gayo dan Pertunjukan Didong Gayo di Gedung Wakil Rakyat Senayan

Acara bertajuk “Didong Senayan dan Pameran Kopi Arabika Gayo.” Sepanjang pagi sampai sore, berlangsung pameran kopi Gayo dan dialog kopi.

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM
BROSUR pameran kopi gayo 25 Oktober 2013 dan 3-6 September 2014 di Gedung MPR,DPR, DPD RI, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Acara bertajuk “Didong Senayan dan Pameran Kopi Arabika Gayo.” 

SERAMBIWIKI.COM -  25 Oktober 2013 dan 3-6 September 2014, merupakan peristiwa bersejarah dalam bidang kebudayaan Gayo.

Sebab pada saat itulah, selama dua tahun berturut-turut, kopi Gayo, didong Gayo, dan saman Gayo mendapat ruang terhormat dipanggungkan dan dipamerkan dalam Gedung MPR,DPR, DPD RI, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Acara bertajuk “Didong Senayan dan Pameran Kopi Arabika Gayo.” Sepanjang pagi sampai sore, berlangsung pameran kopi Gayo dan dialog kopi.

Pada penyelenggaraan tahun 2013 dan 2014 itu, peserta pameran terdiri dari perusahaan bubuk kopi yang berasal dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Jakarta.

Memang, sebelumnya kopi Gayo juga telah diikutkan dalam banyak kegiatan pameran kopi di dalam negeri maupun luar negeri.

Kemudian diisi juga dialog kopi menampilkan pembicara para praktisi kopi dan pelaku usaha kopi. Antara lain terdapat Yustinus Sunyoto dari Gayo Cuppers Team, Bupati Bener Meriah (ketika itu) Ir Ruslan Abdul Gani, dan Joetarga.

Baca juga: Cara Orang Gayo Minum Kopi, Kupi Olong, Kupi Kertub, Kupi Tubruk

Baca juga: Ada Mantara Kopi di Gayo, Orang Gayo Klasik Menyebut Kopi dengan Sengkewe

Baca juga: Sanger, Kopi Saling Ngerti Khas Aceh

Diskusi dipandu Mustafa Ismail, wartawan TEMPO. Diskusi tersebut membincangkan banyak hal, termasuk usaha mendorong tumbuh-kembangnya usaha perkopian.

Kopi Gayo dalam berbagai festival kopi dunia memiliki skor tertinggi untuk dua hal; citarasa dan aroma. Kopi Gayo memperoleh tempat istimewa di lidah penikmat kopi dunia.

Tapi kalah popular di dalam negeri. “Kita harus mendorong kopi Gayo agar menjadi konsumsi dalam negeri. Mungkin bisa dimulai dari jajaran kantor pemerintahan,” kata Joetarga, yang juga fotografer.

Malamnya dilanjutkan pertunjukan kesenian didong Gayo yang berlangsung semalam suntuk. Disaksikan hampir 1000 penonton.

Panggung didong didirikan persis di di Gedung Nusantara V. Dua grup didong didatangkan dari Aceh Tengah, Teruna Jaya dari Kampung Toweren , Kecamatan Lut Tawar dan Kemara Bujang dari Kampung Kung, Kecamatan Pegasing.

Teruna Jaya dan Kemara Bujang merupakan grup didong “tertua” di Gayo. Teruna Jaya didirikan oleh almarhum Ceh Sahak, penyair didong legendaries yang terkenal dengan “suling maut”

dan Kemara Bujang didibentuk oleh almarhum Sali Gobal, yang memiliki karya-karya puisi unik. Sali Gobal termasuk salah seorang “ceh” yang sangat dihormati karena kekuatan puisinya.

Kedua grup didong –Teruna dan Kemara—mendendangkan puisi-puisi bertema keberagaman budaya, tragedi gempa, semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami juga mendendangkan puisi didong tentang kopi,’ kata penyair Kemara, Onot Sarami.

Puisi didong malam itu didendangkan dalam bahasa Indonesia, selain bahasa aslinya Gayo. Ini dimaksudkan agar kesenian tersebut bisa dinikmati masyarakat luas, tanpa meninggalkan ciri khas didong itu sendiri, seperti pola rima, melodi dan lain-lain.

Didong malam itu mengemban misi mulia, dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan, UUD 45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sesungguhnya tema-tema kebangsaan seperti ini bukan sesuatu yang asing, karena sejak lama didong memiliki fungsi kontrol sosial, pencerahan, menggalang semangat kebersamaan, pesan pembangunan dan-lain-lain.

Dulu didong dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum seperti sekolah, jalan, rumah ibadah dan lain-lain.

Begitulah hakikat berkesenian bagi masyarakat Gayo, di samping menyenangkan diri sendiri, juga menghibur orang lain dan memberi pencerahan.

Pada "Didong Senayan" 2014, grup didong yang tampil adalah Arita Bujang dari Bener Meriah dan Biak Cacak dari Aceh Tengah. Kedua grup ini termasuk sangat digemari penonton didong. (fikar w eda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved