wisata

Mengenal Bur Telege Takengon, Telaga di Pucak Gunung Ketinggian 1.450 MDPL

Bur Telege, gunung telaga, berada di punggung Desa Hakim Bale Bujang (HBB), Kabupaten Aceh Tengah, pada ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut.

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W.EDA
Pemandangan wajah Kota Takengon dan Danau Laut Tawar dari Bur Telege
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W.EDA
Pemandangan wajah Kota Takengon dan Danau Laut Tawar dari Bur Telege

Laporan Fikar W.Eda/Aceh Tengah

SERAMBIWIKI.COM, - Bur berarti gunung. Telege, tempat penampungan air, atau sumur.

Bur Telege, gunung telaga, berada di punggung Desa Hakim Bale Bujang (HBB), Kabupaten Aceh Tengah, pada ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Bersisian langsung dengan Danau Laut Tawar, menjadi hulu Wih (sungai) Pesangan, bermuara di Selat Malaka. Bur Telege, mejadi salah satu tempat wisata paling viral di Tanah Gayo Aceh Tengah.

Berada di Bur Telege, mata menyapu pandang sampai ujung danau. Di kejauhan Kampung Bintang dengan bebayang persawahan dan pantulan cahaya pagi di kubah masjid kecil.

Bila pandangan di arahkan agak ke kiri, tampak seluruh wajah Kota Takengon, dengan susunan jalan yang saling bersambung.

Ibukota Kabupaten Aceh Tengah itu, bagai kubus warna warni oleh atap rumah-rumah penduduk. Kubah Masjid Agung Ruhama kelihatan jelas dengan motif Gayo yang anggun. Menjulang sendiri ke angkasa.

Di sisi lain, mata dimanjakan oleh pemandangan Bur Birah Panyang. Kakinya menjulur ke danau, tempat nelayan menebar "jele" dan "doran" menjaring ikan.

Terdengar pula siulan nelayan sambil sesekali mengetukkan "luge" pada dinding perahu.

Baca juga: Mengenal Sejarah Gayo, Salah Satu Etnis Tertua di Nusantara

Baca juga: Gua Loyang Sekam, Tempat Sembunyi Sultan Aceh Saat di Tanah Gayo

Baca juga: Belanda Serang 10 Benteng di Gayo Alas, Korban Meninggal 1.828 Pria, 800 Wanita dan 352 Anak-Anak

Bur Birah Panyang konon tempat muasal ikan depik (rosbora leptosoma). Terdapat sebuah ruang seperti sumur yang menyambungkan puncak Birah Panyang dengan bagian bawah yang tembus ke danau. Bagian bawah gunung itulah ruang ikan depik berasal.

Hamparan sawah Kampung Pedemun bagai permadani hijau tatkala padi-padi baru disemai. Dan beralih mirip bentangan karpet kuning, saat padi menguning.

Di kaki Bur Telege, terdapat Kampung One-One, menjelma menjadi area kuliner. Resto dan kedai tumbuh pesat. Sebuah jalan langsung terhubung kampung itu dari pinggang Bur Telege.

Jalannya bagus dan lebar. Bisa dilalui kendaraan roda empat. Pengunjung memanfaatkan jalan ini mencapai Bur Telege. Jalan lainnya melalui Desa HBB.

Dari Totor Bale, langsung ke Bale Atas dan Bujang, lalu berbelok sedikit ke kiri, menyusuri pinggang bukit, terus menanjak sampai puncak.

Sebuah tulisan mural "Gayo Higland" terbaca jelas dari Payatumpi dan Singahmata. Tulisan itu terletak pada sisi Bur Telege arah Kota Takengon.

Dimaksudkan sebagai penanda selamat datang di Dataran Tinggi Gayo. Dulu di sana dibuat tulisan dari susunan pinus, hingga terbaca "Tanoh Gayo." Pinus itu terbakar saat musim kemarau.

Pemerintah Aceh Tengah lalu menggantinya dengan tulisan dari lempengan alumunium.

Baca juga: Masjid Baitul Quddus, Sumbangan Pembaca Harian Serambi Indonesia di Tepi Danau Laut Tawar

Baca juga: Hukum Adat Laut, Tentang Pantang Melaut

Bur Telege begitu viral, menyimpan pesona istimewa. Wisatawan berkunjung ke Tanah Gayo selalu menyempatkan diri singgah ke sana.

Selain letaknya mudah dijangkau, berada di pusat kota, juga di tempat itu terdapat tempat swafoto yang menarik, dengan latar hutan pinus, danau, gunung, dan wajah kota.

Saat ini terdapat sejumlah fasilitas wisata tambahan. Selain kedai kopi, juga ada vila penginapan, panggung kesenian, jalan setapak, fliying fox, kedai souvenir dan lain-lain, dan berbagai lokasi swafoto.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved