wisata ziarah

Jadi Wisata religi di Kota Subulussalam, Berikut Sekelumit Tentang Syekh Hamzah Fansury

Jika anda melakukan perjalanan dari Medan menuju ke Subulussalam, selama di perjalanan Anda akan menikmati hamparan keindahan lereng-lereng bukit

Penulis: Khalidin
Editor: Khalidin
FOR SERAMBINEWS.COM
PENZIARAH berswafoto di lokasi makam Syekh Hamzah Fansury, Desa Oboh Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam
FOR SERAMBINEWS.COM
PARASASTI Syair Perahu karangan Syekh Hamzah Fansury, Desa Oboh Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam
FOR SERAMBINEWS.COM
PENZIARAH berswafoto di lokasi makam Syekh Hamzah Fansury, Desa Oboh Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam

Laporan Khalidin Umar Barat I Subulussalam

SERAMBIWIKI.COM, SUBULUSSALAM – Kota Subulussalam boleh dikatakan memiliki kekhasan tersendiri yaitu dikelilingi oleh ribuan hektar hutan rimba.

Namun dibalik keunikan ini, Subulussalam yang mekar 2 Januari 2007 memiliki kekayaan objek wisata alam  seperti sungai yang sangat menarik, air terjun hingga religi.

Subulussalam yang berada di perbatasan lintas yang menghubungkan Aceh-Medan ini memiliki hutan alam yang masih tersembunyi.

Jika anda melakukan perjalanan dari Medan menuju ke Subulussalam, selama di perjalanan Anda akan menikmati hamparan keindahan lereng-lereng bukit dengan beraneka ragam tumbuhan.

Selain suguhan pemandangan bukit-bukit yang menghijau, disepanjang jalan anda juga dapat menemui sungai yang mengalir jernih.

Salah satunya wisata religi andalan Kota Subulussalam adalah makam Syekh Hamzah Fansury yang terletak di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng.

Bagi masyarakat Subulussalam khususnya, mereka tidak dapat meninggalkan aktivitas ritual karena bagian dari tradisi.

Kedatangan mereka dianggap sebagai menunaikan nazar. Pengunjung pemakaman itu selalu ramai terutama menjelang hari-hari besar Islam.

Baca juga: Asilmi, Masjid Warisan Soeharto di Kota Subulussalam, Selalu Ramai Jamaah

Baca juga: Almunawarah Masjid Pertama Subulussalam

Tidak hanya dari warga setempat, pengunjung juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Sayangnya, kendala utama para penziarah belum tersedianya sarana jalan menuju lokasi makam kecuali lewat sungai.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved