Profil

Profil Meurah Budiman, Kakanwil Kemenkumham Aceh yang Baru, Putra Aceh Kelahiran Nagan Raya

Meurah Budiman kini resmi menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Aceh.

Editor: Zainal M Noor
SERAMBINEWS.COM/Handover
Meurah Budiman, Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Aceh. 

Anak sulungnya bernama Teuku Rabiul Mauliadi, sedangkan si bungsu bernama Cut Dini Mandasari.

Putri semata wayangnya ini berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN), sedangkan si sulung berprofesi pilot.

"Dia pilot di Lion Air. Pendidikan pilotnya lulus tahun 2017 di Akademi Penerbangan Lion," ungkap Meurah.

Putra sulung Meurah ini tinggi jangkung, 177 cm.

Jauh melampaui tinggi ayahnya.

Teuku Rabiul Mauliadi, pilot Lion Air yang merupakan putra dari Kakanwil Hukum dan HAM Aceh, Meurah Budiman.
Teuku Rabiul Mauliadi, pilot Lion Air yang merupakan putra dari Kakanwil Hukum dan HAM Aceh, Meurah Budiman. (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Sang pilot, Teuku Rabiul, menamatkan sekolah menengah di SMA 2 Lhokseumawe tahun 2010 pas saat ayahnya bertugas sebagai kepala LP di sana.

Saat terjadi tsunami tahun 2004, Popon--begitu Teuku Rabiul Mauliadi biasa disapa--masih duduk di kelas 1 SMP 2 Meulaboh.

Karena ayahnya pindah tugas ke Langsa, Popon pun ikut pindah dan lulus SMP di Langsa.

Setamat SMA di Lhokseumawe, Popon  mencoba peruntungan di Pulau Jawa.

Sempat kuliah di Jurusan Teknologi Informatika di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Namun, menjelang susun skripsi ia coba-coba ikut tes di Lion.

"Alhamdulillah, Popon lulus murni dengan melewati tahap ujian sejak seleksi administrasi, ujian tulis, psikotes, tes kesehatan, hingga tes wawancara," ujar Meurah Budiman.

Kini Popon menetap di Jakarta.

Sesekali bertemu kedua orang tuanya saat sang ayah berdinas ke Jakarta dan kebetulan Popon sedang tidak mengudara.

Apalagi belakangan ayahnya bertugas di Jawa Tengah.

Jarak ke Jakarta terasa dekat saja.

Kini ayah dan anak kembali berjauhan.

Anaknya menetap di Jakarta, ayahnya pindah ke Banda Aceh.

Namun, bagi seorang pilot rasanya tak ada tempat yang jauh.

Apalagi untuk tujuan yang mulia: 'sawue ureueng chik, saleuem takziem keu ayah ngon poma' (menjenguk orang tua dan salam takzim kepada ayah dan bunda). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
225 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved