Sejarah

Belanda Serang 10 Benteng di Gayo Alas, Korban Meninggal 1.828 Pria, 800 Wanita dan 352 Anak-Anak

Benteng Kute Reh diserang 16 Juni 1904. Korban tewas 561 orang, di antaranya 313 pria dan 189 wanita dan 59 anak-anak. Belanda menembakkan 4400 peluru

Serambi Indonesia
Suku gayo zaman dahulu (gayonusantara.blogspot.co.id) 

Laporan Fikar W.Eda/Jakarta

SERAMBINEWS.COM, WIKI - Gubernur Militer Belanda di Aceh, Van Heutsz, pada bulan Februrai 1904, memerintah Letnan Kolonel GCE Van Daalen memimpin pasukan marsose untuk menyerang Tanah Gayo dan Alas.

Serangan pertama dilancarkan ke Gayo Laut, kedua ke Gayo Linge, ketiga ke Gayo Lues dan Tanah Alas ke empat.

Dikutip dari buku “Perang Gayo Alas Melawan Kolonialis Belanda” terbitan PN Balai Pustaka 1982, ditulis MH. Gayo, serangan ke Gayo-Alas dilakukan Kolonialis Belanda setelah 31 tahun Perang Aceh meletus k 26 Maret 1873.

Gayo Alas merupakan benteng terakhir dari rangkaian Perang Aceh dan Belanda ingin sesegera mungkin menaklukannya.

Pasukan marsose pimpinan Van Daalen berangkat dari Koetaradja pada 8 Februari 1904 menuju medan perang Gayo-Alas melalui pelabuhan Lhokseumawe, menggunakan 3 kapal pengakut militer, yaitu Galtik, Gier dan kapal Albatros. Marsose dibentuk 2 April 1890 sebagai pasukan khusus.

MH Gayo menulis, pasukan marsose terdiri dari 10 brigade dengan kekuatan 198 karabijn. Pasukan dibagi jadi dua divisi, masing-masing divisi 5 brigade.

Baca juga: Mengenal Sejarah Gayo, Salah Satu Etnis Tertua di Nusantara

Baca juga: Gua Loyang Sekam, Tempat Sembunyi Sultan Aceh Saat di Tanah Gayo

Baca juga: Tiga Presiden Sudah Kunjungi Dataran Tinggi Gayo, Pak Harto, SBY, Jokowi

Kedua divisi dipimpin oleh Kapten WBJA Scheepens dibantu Letnan WR. Winter dan H. Christoffel dan Letnan Satu GEB Watrin dibantu JW Ebbink dan Letnan HF Aukes.

Pasukan mobil diberangkatkan dari Kuala Simpang menuju Gayo Lues dilengkapi 150 bayonet. Ada Kapten C. Lechleitner, dibantu Letnan Satu Harbord, Velsing, Van Boldrik, Delgorge dan Lasonder serta perwira kesehatan kelas dua De Granada.

Pasukan ini diperintahkan bergerak dari Kuala Simpang menuju Gayo Lues melalui Kampung Jernih, Tampur, dan Pining. Pasukan ini kemudian bergabung dengan pasukan induk marsose dan langsung berada di bawah komando Van Daalen.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Khalidin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved