Tradisi

Uroe Gantoe Tetap Jadi Idola di Tengah Gempuran Pasar Digital, Ini Jadwal Hari Pekan di Aceh Besar

Uroe peukan merupakan pasar tradisional ini dibuka setiap seminggu sekali. Pedagang datang ke berbagai pelosok di Aceh Besar.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambiwiki/Hendri
Ilustrasi Pasar 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Pasar tradisional merupakan ekosistem bisnis yang ikut mendongkrak perekonomian sebuah daerah. 

Pada masa lalu, pasar mingguan ( hari pekan) menjadi tonggak utama untuk menghidupkan perekonomian di daerah pelosok.

Tradisi hari pekan atau dalam bahasa Aceh disebut uroe peukan atau uroe gantoe, dilakukan atas kesepakatan pemerintah kawasan dengan para pedagang, untuk menghidupkan pasar di daerah pedalaman.

Bagi warga di pedalaman, kehadiran pasar mingguan atau hari pekan atau uroe gantoe ini sangat membantu mereka untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan rumah tangga.

Komunitas pedagang, atas persetujuan pemerintah, mengatur jadwal untuk membuka pasar mingguan di daerah pedalaman.

Di satu kecamatan, biasanya hanya ada satu hari saja yang dilaksanakan pasar mingguan. 

Pada hari itu, para pedagang dari berbagai daerah--bahkan dari luar kabupaten dan luar provinsi-- datang berbondong ke kecamatan yang melaksanakan hari pekan.

Demikian pula keesokan harinya, para pedagang itu pindah ke tempat lain yang telah disepakati dan ditentukan. 

Pengaturan jadwal ini dilakukan agar pedagang bisa serentak dalam membuka pasar, sehingga warga yang datang dari jauh bisa mendapatkan segala kebutuhan mereka pada hari pekan tersebut.

Selain untuk mengakomodir kebutuhan warga calon pembeli, hari pekan pada masa lalu juga dibikin serentak agar kendala infrastruktur (terutama listrik dan air) bisa ditanggung bersama-sama oleh para pedagang, pada hari yang sama. 

Baca juga: Sejumlah Ulama Jadi Penasihat, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPW PKB Aceh Periode 2021 - 2026

"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing" begitulah kira-kira peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keberadaan para pedagang pada hari peukan.

Dulu, hari pekan adalah hari yang ditunggu tunggu warga di pedalaman.

Meredupnya Pesona Hari Pekan

Belakangan, pesona hari pekan mulai meredup, Seiring dengan semakin ramainya jumlah penduduk dan semakin mudahnya akses transportasi, serta fasilitas penunjang lain.

Pusat-pusat pasar di kecamatan yang dulu hanya hidup seminggu sekali, kini telah ramai setiap harinya. 

Tapi, di beberapa daerah, hari pekan tetap saja masih sangat berarti, meski memang tidak semeriah dahulu.

Seperti di beberapa wilayah di Aceh Besar dan beberapa kabupaten lain di Aceh, terutama di pantai barat-selatan, hari pekan masih tetap menjadi hari yang ditunggu-tunggu. 

Hari pekan menjadi sarana yang mendekatkan masyarakat di pedalam dengan pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, dengan harga yang jauh lebih murah dibanding di toko biasa.

Selain membeli kebutuhan pokok, uroe peukan juga dimanfaatkan oleh para petani untuk menjual berbagai hasil komoditi pertanian.

Baca juga: Operasi Fujiwara Kikan di Aceh, Unit Rahasia Jepang yang Menghancurkan Belanda

Jadwal Uroe Peukan di Aceh Besar

Ikuti kami di
KOMENTAR
209 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved