Sejarah

Mengenang 25 Tahun Tragedi KMP Gurita, Ketika Ratusan Orang Hilang di Laut Sabang

Dari 378 penumpang KMP Gurita, hanya 40 orang selamat dan 54 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Internet
Hari ini, Selasa (19/1/2021), tepat 25 tahun yang lalu Kapal Motor Penumpang (KMP) Gurita tenggelam di perairan laut Sabang, Aceh. 

Hasil investigasi menunjukkan, pada saat kejadian KMP Gurita mengangkut 378 orang (282 orang warga Sabang, 200-an warga luar Sabang, serta 16 Warga Negara Asing).

Padahal, kapasitas penumpang kapal ini adalah 210 orang.

Selain penumpang yang melebihi kapasitas, saat itu kapal juga mengangkut 50 ton barang.

Perinciannya, 10 ton semen, 8 ton bahan bakar, 15 ton tiang beton listrik, bahan sandang-pangan kebutuhan masyarakat Sabang serta 12 kendaraan roda empat dan 16 roda dua.

Lonjakan penumpang dan barang ini karena pada hari itu adalah H-3 Ramadhan tahun 1996.

Sehingga banyak warga Sabang yang pulang untuk melewati pekan pertama Ramadhan bersama keluarganya.

Berdasarkan keterangan korban selamat, peristiwa tenggelamnnya KMP Gurita ini terjadi sekitar pada pukul 20:30 WIB, di sekitar Ujong Seuke, beberapa saat sebelum kapal masuk ke dermaga Pelabuhan Balohan Sabang.

Baca juga: Acha, Wartawan Aceh yang Menghentak Dunia Lewat Laporan Investigasi Tragedi Pulot Cot Jeumpa

Kisah Korban Selamat

Anggota DPRK Aceh Besar periode 2019-2024, Muhibuddin Ibrahim adalah salah satu korban selamat dari tragedi KMP Gurita.

Muhibuddin yang biasa disapa Ucok Sibreh beserta rekannya bernama Indra, terdaftar sebagai penumpang resmi KMP Gurita.

Saat itu, ia dan rekannya masuh duduk dbangku kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 (usia 17-an).

Kepada Serambinews.com, Selasa 19 Januari 2021, Ucok berbagi kisah.

Pada hari musibah itu, Jumat 19 Januari 1996, dia bersama temannya berangkat ke Kota Sabang untuk  suatu urusan sekalian liburan.

Kala itu, KMP Gurita adalah satu-satunya transportasi umum yang menghubungkan Sabang dengan daratan Aceh.

Sore itu, Ucok dan Indra membeli tiket penumpang di loket resmi kapal.

Mereka kemudian naik ke atas kapal.

Pukul 18:45 WIB, kapal meninggalkan Pelabuhan Malahayati menuju Balohan, Sabang.

Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.

Hari itu, menjadi hari terakhir tugas KMP Gurita melayari Sabang – Aceh daratan.

Kapal bersama penumpang dan barang tenggelam di Ujong Seukee, pada pukul 20.30 malam.

Ikuti kami di
KOMENTAR
206 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved