Sejarah

Banyak yang Menyangka Ini Tugu Cina, Ternyata Ada Sejarah Heroik di Balik Monumen di Pasar Keumire

Aksara di tugu kecil itu pun bukan murni bahasa Cina, tapi merupakan huruf kanji yang dipakai di Cina dan Jepang.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambiwiki/Hendri
Warga melintasi di depan Tugu Pejuang Aceh di Keumireu pada Minggu, (16/1/2021). 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH BESAR – Monumen beraksara kanji yang berada di pinggir jalan Banda Aceh – Medan, di ujung timur jembatan Pasar Keumire, kerap mengundang tanda tanya.

Banyak yang menyangka, ini adalah tugu Cina, melambangkan hubungan dagang antara Aceh dengan Cina pada masa lalu.

Dugaan ini bukan tanpa alasan, karena Kerajaan Aceh Darussalam memang pernah menjalin hubungan akrab dengan Cina pada masa lalu.

Lonceng Cakradonya di halaman Museum Aceh, adalah salah satu bukti sejarah tersebut.

Tapi setelah ditelisik lebih dalam, ternyata monumen di Pasar Keumire itu bukanlah tugu Cina, melainkan monumen yang merekam kisah heroik para pejuang Aceh dalam mengusir penjajah Belanda.

Aksara di tugu kecil itu pun bukan murni bahasa Cina, tapi merupakan huruf kanji yang dipakai di Cina dan Jepang.

“Itu kan huruf kanji ya, dasarnya memang dari Cina. Tapi juga dipakai di Jepang. Cuma sekarang sudah sangat jarang ditemui di Jepang,” tulis seorang warga Indonesia yang menetap di Jepang, menjawab Serambiwiki.com via pesan WhatsApp, Selasa (19/1/2021), mengomentari tulisan aksara kanji pada monumen tersebut.

Dikutip dari wikipedia.org, Kanji secara harfiah berarti "aksara dari Han", adalah aksara Tionghoa yang digunakan dalam bahasa Jepang.

Kanji adalah salah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana (katakana, hiragana) dan romaji.

“Huruf kanji pertama dan kedua saya bingung, untuk huruf kanji berikutnya kira-kira bisa terbaca. Kira-kira tulisan di tugu menerangkan bahwa itu ‘monumen tiga prajurit’,” lanjut sumber tersebut, setelah membaca tulisan pada foto tugu yang Serambiwiki.com kirim via pesan WhatsApp.

Baca juga: China Negara Paling Banyak Utang Luar Negeri, Indonesia di Bawah Turki

Baca juga: Benteng Kuta Batee, Peninggalan Bersejarah Kerajaan Trumon di Aceh Selatan

Tak Banyak yang Tahu

Penelusuran hingga ke Jepang, penulis lakukan untuk memastikan isi tulisan pada tugu tersebut.

Pasalnya, saat Serambiwiki.com berkunjung ke lokasi pada, Minggu (17/1/2021), warga sekitar hanya bisa menggelengkan kepala ketika ditanya tentang sejarah monumen tersebut.

Padahal, sejumlah warga yang dijumpai SerambiWiki mengaku lahir dan besar di kawasan tersebut.

Tapi memang tak banyak orang yang membahas tentang monumen itu.

“Sejak kecil saya memang sudah ada tugu itu. Tak tahu juga tugu apa,” kata seorang pria yang Serambiwiki.com temui di Pasar Keumire.

Di lokasi juga tak ada pamplet informasi yang menjelaskan tentang sejarah tugu yang terletak di ujung timur Jembatan Keumireu, persis di pinggir jalan lintas Nasional Banda Aceh – Medan tersebut.

Baca juga: Mengenal Kuala Batee di Aceh Barat Daya yang pernah Buat Geger Amerika

Baca juga: Acha, Wartawan Aceh yang Menghentak Dunia Lewat Laporan Investigasi Tragedi Pulot Cot Jeumpa

Kisah Heroik Pejuang Aceh

Karena tidak mendapatkan keterangan di lapangan, selain mengonfirmasi ke sumber di Jepang, Serambiwiki.com juga melakukan penelusuran ke sumber-sumber di internet.

Sama seperti di dunia nyata, tak banyak ulasan mengenai monumen itu di dunia maya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved