Fenomena

5 Fakta Fenomena Tanah Bergerak atau Likuifaksi di Gampong Lamkleng, Aceh Besar

Pergeseran tanah semakin meluas di Gampong Lamkleng, Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar sejak empat hari terakhir.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambiwiki/Hendri
Retakan tanah di Desa Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Rabu (13/1/2021). 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Sebuah peristiwa langka berupa tanah bergerak atau likuifaksi terjadi di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, awal tahun 2021 ini.

Dikutip dari Serambinews.com, fenomena tanah bergerak ini sudah terjadi sejak Minggu, 10 Januari 2021.

Dalam perkembangan selanjutnya, sebuah rumah di sekitar rekahan tanah terancam ambruk.

Mengutip keterangan warga setempat, pergerakan tanah itu semakin meluas dengan lebar rekahan antara 10 hingga 40 cm.

Sementara tanah yang bergeser sudah mencapai luas sepanjang 300 meter dan lebar 200 meter.

Pada, Rabu (13/1/2021), teknis Geologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, sudah turun ke lokasi untuk mengecek penyebab terjadinya pergeseran tanah.

Berikut 5 fakta Fenomena Likuifaksi Atau Tanah Bergerak di Gampong Lamkleng, Aceh Besar yang Serambiwiki.com himpun.

1. Imbas Hujan Deras

Pergeseran tanah terjadi secara tiba-tiba, mulai terjadi mulai Minggu (10/1/2021).

Pada hari itu, kawasan tersebut dilanda hujan deras.

Setelah hujan agak reda, warga melihat retakan kecil di sekitar lokasi dimaksud.

Dr Nazli Ismail, Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (MIK USK) yang melakukan observasi ke lapangan mengatakan, peristiwa ini  erat kaitannya dengan tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, sehingga menyebabkan tanah labil.

Doktor jebolan Swedia ini menyimpulkan bahwa terjadinya tanah bergerak dan rekahan memanjang tersebut disebabkan oleh tanahnya sudah jenuh terhadap air.

Kebetulan, lokasi tanah bergerak itu hanya sekitar 30 meter dari sungai (Krueng) Aceh.

Rekahannya pun memanjang mengikuti alur sungai.

Tebing tanah pun miringnya ke arah sungai.

2. Warga Sempat Panik

Peristiwa langka ini sempat membuat panik warga di sekitar lokasi kejadian.

Awalnya, warga memang tidak begitu peduli dengan retakan di tanah yang terjadi setelah hujan deras mengguyur. 

Namun, semakin hari retakan tanah semakin lebar dan panjang. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved