Ekonomi

China Negara Paling Banyak Utang Luar Negeri, Indonesia di Bawah Turki

Bank Dunia merilis data utang luar negeri dari 120 negara berpendapatan rendah hingga sedang dalam International Debt Statistics (IDS) 2021.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Kolase Serambiwiki/Pixabay
10 negara dengan utang paling tinggi di dunia. 

SERAMBIWIKI.COM - Status utang luar negeri sebuah negara memang sering membuat penasaran banyak orang.

Banyak yang bertanya-tanya, di posisi manakah status utang Indonesia saat ini jika dibanding negara-negara lain.

Data International Debt Statistics (IDS) 2021 yang dirilis Bank Dunia (World Bank) akan menjawab rasa penasaran Anda.

Melansir Tribunnews, Bank Dunia merilis data utang luar negeri dari 120 negara berpendapatan rendah hingga sedang dalam International Debt Statistics (IDS) 2021.

Baca juga: Sejarah Tribunnews.com, Media Online yang Meraih Penghargaan Adam Malik Awards 2021

Daftar negara dengan utang luar negeri paling banyak ini dipimpin oleh China, dengan nilai total US$ 2,1 triliun.
Namun, di sisi lain, China berada di nomor urut kedua negara yang mengucurkan utang (kreditor) kepada negara-negara lain.

Sementara Indonesia berada di posisi ke-7 negara dengan utang luar negeri terbanyak di dunia.

Utang luar negeri Indonesia pada tahun 2019 hingga awal 2021 tercatat pada angka 402,08 miliar dollar Amerika Serikat.

Jika dikalikan dengan kurs rupiah pada Senin (11/1/2021), yaitu Rp 14.213 per Dolar AS, maka besaran utang luar negeri Indonesia adalah sekitar Rp 5.700 triliun lebih.

Posisi Indonesia sedikit lebih baik dibanding Turki yang berada di posisi 6 negara dengan jumlah utang luar negeri terbesar di dunia.

Turki memiliki utang luar negeri sebesar 440,78 miliar dollar AS.

Baca juga: Bos Mobil Listrik Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Hartanya Melonjak Pada Tahun 2020

Baca juga: Sudan Selatan, Setelah Merdeka Kini Jadi Negara Termiskin di Dunia

Merosot

Data World Bank mencatat, jumlah arus keuangan baik utang luar negeri dan modal asing di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tahun 2019 hanya mencapai US$ 909,7 miliar.

Jumlah tersebut merosot 14,25% dibanding posisi tahun 2018.

Utang luar negeri tercatat mengalami penurunan paling besar mencapai 28,03% menjadi US$ 382,8 miliar.

Sedangkan arus modal asing ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tahun 2019 hanya turun 0,4% menjadi US$ 526,9 miliar.

Penurunan utang luar negeri ini terutama disebabkan oleh kontraksi yang parah dalam arus masuk utang jangka pendek, yang turun 86% menjadi US$ 30 miliar dari $ 219 miliar pada tahun 2018.

Baca juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Aneuk Yatim dan Ya Rabbana, Viral Saat Tsunami Aceh 16 Tahun Lalu

Sebagian besar penurunan dapat dikaitkan dengan penurunan tajam dalam aliran utang jangka pendek ke China, yang berubah menjadi negatif (- US$ 14 miliar) pada tahun 2019.

Padahal, pada tahun 2018 utang luar negeri China bertambah US$ 188 miliar.

World Bank mencatat, negara yang memiliki utang luar negeri terbesar adalah China sebesar US$ 2,1 triliun.

Lalu, negara dengan utang luar negeri terbesar kedua adalah Brasil US$ 569,39 miliar dan India US$ 560,03 miliar.

Ikuti kami di
KOMENTAR
201 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved