Sejarah

Duh, Bukti Sejarah Itu Dirusak untuk Batu Asah, Fakta Miris di Kompleks Makam Putroe Balee di Pidie

Batu nisam bermotif bunga dan kaligrafi terletak di Makam Putroe Balee kini telah rusak.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambi Indonesia
Komplek Makam Putroe Balee di Gampong Keutapang, Kemukiman Sanggeu, Kabupaten Pidie, Aceh. 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH – Batu nisan bermotif bunga dan kaligrafi, menjadi salah satu bukti majunya peradabaan Aceh pada masa lalu.

Ketika banyak bangunan istana dan masjid kuno yang tak lagi berbekas, batu nisan dan manuskrip atau naskah kuno, menjadi dua barang yang masih tersisa sebagai bukti bahwa Aceh pernah jaya pada masa lalu.

Dari kedua barang inilah, para peneliti dan sejarawan menyodorkan bukti-bukti tentang tingginya peradaban Aceh masa silam.

Tapi sayangnya, beberapa waktu terakhir, batu nisan peninggalan Kerajaan Aceh ini pun menjadi sasaran tangan-tangan jahil.

Satu per satu batu peninggalan sejarah itu telah menghilang dari tempatnya.

Padahal, selain memiliki nilai seni yang tinggi, batu nisan peninggalan Kerajaan Aceh masa silam ini mengandung bahan-bahan berkualitas tinggi.

Entah karena ketidaktahuan masyarakat tentang pentingnya merawat sejarah, atau karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah, ataupun karena alasan pembangunan.

Mirisnya, ada batu nisan yang rusak sebagian karena sering dipakai untuk mengasah senjata tajam, seperti pisau, parang, hingga celurit.

Baca juga: Masya Allah, Indahnya Mushaf Alquran Kuno Aceh, Bainah Indatu di Kertas Impor dari Eropa

Baca juga: Krueng Daroy, Sungai Bersejarah Menyimpan Memori Kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam

Terbaru, kerusakan batu nisan ini terjadi di kompleks Makam Putroe Balee, di Gampong Keutapang Sanggeu, Kabupaten Pidie

Beberapa batu nisan bermotif bunga dan kaligrafi di kompleks makam tersebut, kini telah rusak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved