Sejarah Islam

Masjid Istiklal di Sarajevo, Dibangun Pak Harto Setelah Kunjungan Penuh Resiko ke Bosnia

Masjid itu di kenal dengan sebutan Masjid Soeharto atau Masjid Indonesia.Bagunan itu terbangun di kawasan pusat kota Sarajevo yang menjadi ibu kota

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Facebook.com/Istiklal džamija
Masjid Istiklal Džamija di Sarajevo, Bosnia. Masjid ini dibangun pada tahun 2005 dengan dana sumbangan rakyat Republik Indonesia, pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 RI, Soeharto. Sehingga masjid ini sering disebut sebagai Masjid Soeharto atau Masjid Indonesia. 

SERAMBINEWS.COM – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tidak menghalangi pengurus Masjid Istiklal Džamija di Sarajevo, Bosnia & Herzegovina untuk terus beraktivitas.

Hanya dua bulan terhenti pada masa awal Covid-19, pada bulan Mei 2020, pengurus Masjid Soeharto atau Masjid Indonesia di negara Eropa ini, membuka kembali masjid ini untuk kegiatan ibadah dan kegiatan sosial.

Kegiatan ibadah di masa pandemi ini dipublikasi secara rutin oleh pengurus masjid melalui akun Facebook Istiklal džamija.

Ibadah rutin, shalat Jumat, donor darah, hingga kuis tentang sejarah Bosnia dan Herzegovina, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“U povodu Dana državnosti članovi Mreže mladih Istiklala su organizovali kviz o historiji Bosne I Hercegovine. Tom prilikom su ponovili lekcije iz historije, naučili nekoliko novih detalja I u vrijeme pandemije obilježili ovaj značajan dan.

Pada kesempatan Hari Kenegaraan, anggota Jaringan Pemuda Istiklala mengadakan kuis tentang sejarah Bosnia dan Herzegovina. Pada kesempatan itu, mereka mengulang hikmah dari sejarah, mempelajari beberapa detil baru dan menandai hari penting ini selama pandemi,” demikian salah satu postingan yang diterbitkan pada 3 Desember 2020.

Masjid yang makmur ini bernama Masjid Istiklal Džamija.

Sebagian masyarakat di sana menyebutnya Masjid Soeharto atau Masjid Indonesia.

Bangunan masjid tiga lantai dengan dua menara di sayap kiri dan kanan ini memang dibangun dengan uang sumbangan negara dan rakyat Indonesia.

Proses pembangunan masjid ini berlangsung selama enam tahun, dari tahun 1995 hingga 2002.

Berlokasi di tengah lembah dengan tempat parkir yang luas di depan masjid, membuat masjid ini terlihat menonjol.

Apalagi, di sekitar bangunan masjid ini di Sarajevo, tidak banyak berdiri bangunan bertingkat tinggi.

Pemuda Bosnia Herzegovina belajar Alquran di Maktab Masjid Istiklal Džamija di Sarajevo, Oktober 2020.
Pemuda Bosnia Herzegovina belajar Alquran di Maktab Masjid Istiklal Džamija di Sarajevo, Oktober 2020. (Facebook.com/Istiklal džamija)

Dikutip dari website soeharto.co, luas bangunan masjid yang dibangun dengan dana sebesar 2,7 dolar ini mencapai 2.500 meter persegi.

Sedangkan, data fisik dua menaranya masing-masing diketahui mencapai 48 meter.

Dan tinggi bangunan masjidnya mencapai 27 meter.

Maka tidak mengherankan bila Masjid Istiqlal ini kemudian menjadi salah satu ikon kota yang sempat menjadi mengalami perang yang berdarah-darah.

Baca juga: Asilmi, Masjid Warisan Soeharto di Kota Subulussalam, Selalu Ramai Jamaah

Baca juga: Days of Glory, Kisah Heroik Tentara Islam Membebaskan Prancis dari Cengkeraman Nazi

Kunjungan Penuh Resiko

Masjid ini menyimpan kisah heroik kepedulian Bangsa Indonesia terhadap rakyat Bosnia Herzegovina.

Kisah itu diukir rakyat Indonesia melalui Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto.

Seluruh rakyat Bosnia tahu, ada peran Soeharto dalam pembangunan masjid yang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Sarajevo ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR
187 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved