Sejarah

Jejak Jokowi di Aceh, Hingga Bupati Bener Meriah Abuya Sarkawi Usulkan Pembangunan Museum

Siapa sangka Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia pernah menetap tiga tahun di Dataran Tinggi Gayo.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Joko Widodo saat berbincang dengan petani di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi memiliki jejak sejarah di Aceh, tepatnya di wilayah yang sekarang masuk dalam Kabupaten Bener Meriah.

Jejak Jokowi di Aceh ini membuat Bupati Bener Meriah,Tgk H Sarkawi mengusulkan pembangunan Museum Jokowi di Kabupaten Bener Meriah.

Museum ini sebagai tanda jejak sejarah bahwa Presiden Jokowi pernah tinggal dan menetap di Bener Meriah.

"Kita sudah usulkan pembangunan Museum Jokowi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kita harapkan hal bisa segera ditindaklanjuti," ujar Bupati Sarkawi beberapa waktu lalu di Bener Meriah, seperti dilansir Serambinews.com.

Ia mengatakan, ketika Presiden Soekarno di Bengkulu, lalu dibuatkan museum, begitu juga saat Bung Karno di asingkan di Ende, rumah tinggalnya langsung dijadikan museum.

"Kita ingin jejak Presiden Joko Widodo selama hidup dan berkiprah di Bener Meriah dikukuhkan dalam bentuk museum dengan segala cerita dan benda-benda peninggalan Jokowi. Ini bisa jadi destinasi wisata sejarah," ujar Bupati Sarkawi.

Presiden Joko Widodo pernah tiga tahun tinggal di Bener Meriah saat bertugas di PT Kertas Kraft Aceh (KKA), pada 1986-1988.

Baca juga: Keuneunong, Peusijuek, dan Rapai Bubee, Tiga Budaya Aceh Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Nasional

Baca juga: Gunongan, Lambang Cinta Sultan Iskandar Muda untuk Putri Pahang

Masjid di Kompleks Perumahan KKA

Selama berada di Bener Meriah, Presiden Jokowi mendesain kompleks perumahan PT KKA di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit Bener Meriah.

Termasuk mendesain sebuah bangunan masjid kecil (di Gayo disebut mersah) yang berada dalam kompleks perumahan tersebut.

Sayangnya, masjid itu sudah tidak terpakai dan tidak pernah dirawat masjid berkonstruksi kayu itu bahkan pada beberapa bagian sudah rusak. Dindingnya copot dan berlubang. Masjid itu ditutupi semak dan pohon kopi.

Ir Hj Chairum Rahmi, yang pernah bekerja di PT KKA,  tinggal  di Blok D10 Perumahan KKA Bale Atu dan letaknya persis dekat masjid kecil itu, menyatakan, bahwa Jokowi sendiri yang membuat desain masjid dan kompleks perumahan KKA tersebut.

Hj Chairum Rahmi menikah dengan Syueb Abuhanifah, juga bekerja di KKA.

Pasangan ini merupakan sahabat Presiden Joko Widodo sampai sekarang.

Konon pasangan ini "dicombalangi" juga oleh Presiden Joko Widodo ketika sama-sama di KKA.

Hj Chairum Rahmi saat ini menjabat Ketua Umum Kesatuan Masyarakat Madani Indonesia (KMMI).

"Saya persis tinggal di sebelah mesjid. Rumah Blok D10. Suami saya, Pak Syueb Abuhanifah juga pengurus masjid kecil atau mersah itu dan sangat suka tinggal dekat masjid," kenang Hj Chairum Rahmi menceritakan kisahnya kepada Yusradi Usman Al Gayoni, tokoh muda Gayo, yang aktif di KMMI, sebagai Wakil Sekjen.

Baca juga: Kisah Cek Bay, Eks Penembak Misterius GAM yang Kini Jadi Anggota DPRK Aceh Utara

Masyarakat setempat menyebut masjid kecil itu sebagai "Mersah Jokowi" tapi sayang sekali "mersah" itu tidak lagi berfungsi.

Joko Widodo berada di Bener Meriah selama tiga tahun, pada akhir 1985 atau awal 1986 sampai 1988. Ketika itu Jokowi bekerja di bagian penyemaian dan pembibitan.

Selama di Bener Meriah, Jokowi tinggal di Rumah Merah, yang berada di kaki Burni Telong.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved