Sejarah Islam

Jelang MTQ Nasional Ke-28 Tahun 2020, Ini Daftar Nama Putra Putri Aceh Pengukir Prestasi Sejak 1981

Menurut informasi, karena MTQ Nasional ke-28 di Sumbar berlangsung di tengah pandemi Covid-19, pihak panitia meniadakan dua agenda kegiatan.

Serambi Indonesia
Foto Dokumentasi saat Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr EMK Alidar SAg MHum (dua kiri) bersama Gubernur Sumut, Edi Rahmayadi (tiga kiri) pada malam penutupan MTQ Nasional ke-27 di Sumatera Utara, 12 Oktober 2018. Pada even nasional tersebut, Aceh masuk peringkat 7 besar. 

Kalimantan Barat 1985

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1985, pada MTQ Nasional di Pontianak, Kalimantan Timur.

seorang duta Aceh, yaitu Mahyuddin yang mengikuti cabang tilawah kanak-kanak putra berhasil mencapai babak final dan keluar sebagai juara II.

Lampung 1988

Berikutnya, pada MTQ Nasional di Bandar Lampung tahun 1988, LPTQ Aceh mengirim 26 peserta mengikuti semua cabang yang dimusabaqahkan, yaitu tilawah semua golongan, tahfizh, tafsir, fahmil Quran, syarhil Quran dan khattil Quran.

Dua peserta Aceh mencapai babak final yaitu:

* Nazirah Hasan (tilawah kanak-kanak putri)

* Darmi AR (tilawah kanak-kanak putra).

Setelah melalui persaingan ketat, Nazirah dan Darmi harus puas di posisi juara III.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Mayjen TNI Hassanudin, dari Pedagang Asongan hingga jadi Panglima

Yogyakarta 1991

Prestasi Aceh sedikit membaik pada MTQ Nasional tahun 1991 yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Kafilah LPTQ Aceh yang beranggotakan 36 peserta berhasil masuk tujuh besar nasional.

Qariah andalan Aceh Syarifah Rahmah berhasil ke luar sebagai juara I tilawah remaja putri.

Para juara lainnya adalah:

* Hamli Yunus (juara III tilawah remaja putra)

* Zamakhsyari (juara III tilawah kanak-kanak putra)

* Mahmudiyah (juara III tahfizh 10 juz putri).

Masih di MTQN Yogyakarta, tiga peserta Aceh juga menjadi juara harapan yaitu:

* Amin Chuzaini (harapan I tahfizh 20 juz putra)

* Akhir (juara I tahfizh 1 juz putra)

* Cut Abasiyah (juara II tahfizh 1 juz putri).

Membaiknya posisi Aceh di ajang MTQN ini tidak terlepas dari program pendidikan Tahfiz Quran yang dilaksanakan oleh Prof Dr Ibrahim Hasan, gubernur Aceh pada sekitar tahun 1989.

Baca juga: Mengenal Ustaz Amin Chuzaini, Diundang Ibrahim Hasan untuk Mencetak Guru Tahfiz Quran di Aceh

Riau 1994

Empat tahun berselang, yaitu pada MTQ tahun 1994 yang digelar di Kota Pekanbaru, Riau, kafilah Aceh sukses masuk empat besar.

Dari 36 peserta yang dikirim LPTQ Aceh ke Pekanbaru, delapan peserta mencapai babak final dan menjadi juara.

Rinciannya:

* T Jafar (juara I tartil putra)

* Mauliadi AR (juara I tilawah kanak-kanak putra)

* Win Syuhada dkk (juara II fahmil Quran)

* Ifan Aulia (juara II 1 juz/tilawah putra).

* M Akhir (juara II 5 juz/tilawah putra)

* Zamni Yunus (juara III tilawah remaja putra)

* Rohaya Syahkubat (juara III tilawah dewasa putri)

* Usman Musa (juara III khat hiasan mushaf putra).

Baca juga: 5 Fakta Nagorno Karabakh, Wilayah Seluas Aceh Timur, Merdeka De Facto Tapi Tak Diakui Internasional

Jambi 1997

Sayangnya, prestasi ini kembali meredup pada MTQ Nasional di Jambi Tahun 1997.

Kala itu, Aceh tidak masuk 10 besar.

Dari 38 peserta yang dikirim oleh LPTQ, hanya tiga peserta yang mencapai babak final, yaitu:

* Nurhayati (juara II tilawah cacat netra putri)

* Syukriah Yunus (juara III tahfizh 5 juz putri)

* Tsuwaibatul Aslamiyah M Nur (juara III khat hiasan mushaf putri).

Sedangkan juara harapan masing-masing:

* Aida (harapan I khat naskah putri)

* Mahdani (harapan I khat naskah putra)

* M Zaini (harapan II tafsir Bahasa Arab putra)

* Usman Musa (harapan I khat hiasan mushaf putra)

* Nasruddin (harapan II tahfizh 1 juz putra), dan Fadhliana (harapan II tilawah remaja putri).

Baca juga: Kamp Biawak, Dari Kopi Biawak Hingga Manok Itek Enjoy Aja

Sulawesi Tengah 2000

Prestasi 10 besar kembali diraih kafilah Aceh pada MTQ Nasional di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada tahun 2000.

Dari 38 peserta yang dikirim ke Palu, empat di antaranya mencapai babak final, yaitu:

* Kadarasmadi (juara II tilawah kanak-kanak putra)

* M Yusuf (juara III tahfizh 10 juz putra)

* Zulfikar (juara III khat naskah putra)

* M Iqbal dkk (juara III syarhil Quran).

Sedangkan juara harapan diraih:

* Jamilah (harapan I khat naskah putri)

* Azimar (harapan I khat hiasan mushaf putri)

* Hamli Yunus (harapan II tilawah dewasa putra).

Baca juga: Masya Allah, Indahnya Mushaf Alquran Kuno Aceh, Bainah Indatu di Kertas Impor dari Eropa

Kalimantan Tengah 2003

Usaha untuk memperbaiki peringkat terus dilakukan Aceh.

Pada MTQ Nasional di Palangkaraya tahun 2003, Aceh sukses bertengger di peringkat empat nasional.

Dari 38 peserta yang berlomba pada berbagai cabang, sembilan di antaranya menjadi finalis dan mengukir prestasi dengan predikat empat juara I dan satu juara harapan I.

Rinciannya:

* Hamli Yunus (juara I tilawah dewasa putra)

* Muhtariza (juara I tilawah kanak-kanak putra)

* M. Iqbal (juara I tartil putra)

* Fauziah Ya’cub (juara I qiraat sab’ah putri)

* Rajifandi (juara I tahfizh 1 juz putra).

* Nazirah Hasan (juara II tilawah dewasa putri)

* Nonong Sasmita (juara III tilawah remaja putri)

* Zulfikar (juara III khat naskah putra)

* Dhiawati (juara III tafsir Bahasa Indonesia putri).

Sedangkan juara harapan, masing-masing:

* T Abd Kahhar (harapan I khat hiasan mushaf putra)

* Ainurrahmah (harapan III tahfizh 10 juz putri).

Baca juga: Mengenal Sofyan Djalil, Putra Peureulak Aceh Timur, Menteri Semua Zaman, Sang Pengagas Omnibus Law

Sulawesi Tenggara 2006

Pada MTQ Nasional Tahun 2006 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, prestasi Aceh melorot ke 9 besar dengan menempatkan empat peserta di babak final, yaitu: 

* Eva Maulida (juara I tahfizh golongan 1 juz/tilawah putra)

* Riska Roisalia (juara II tilawah golongan kanak-kanak putri)

* Nur Hayati (juara III tilawah golongan cacat netra putri)

* Juara III grup fahmil Quran.

Sedangkan juara harapan,

* Grup syarhil Quran (Harapan I)

* M Yusuf (harapan I tafsir Bahasa Inggris putra)

* Fitriani (harapan II tafsir Bahasa Inggris Putri)

* Syamsul Bahri (harapan II tilawah golongan remaja putra).

Baca juga: Sejarah Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh, Terusir dan Menjadi Etnis Paling Teraniaya di Dunia

Banten 2008

Prestasi Aceh sebagai 9 besar bertahan pada MTQ Nasional Tahun 2008 di Kota Serang, Banten.

Dari 40 peserta yang dikirim Aceh, gelar juara diraih masing-masing:

* Raihan (juara I tahfizh golongan 5 juz/tilawah putri)

* Zunfikriah (juara II khath golongan tulisan buku putri)

* Fadhliana M Daud (harapan III qira’at sab’ah putri)

* Siti Marhamah Kifna (harapan III tartil putri).

Sedangkan grup syarhil Quran ditetapkan sebagai harapan II dan ukhlis (harapan II M2KQ putra/eksibisi).

Pada tahun 2009, di Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional di Jakarta, LPTQ Aceh mengikutsertakan seluruh cabang yang dimusabaqahkan, yaitu cabang tilawah dewasa, tahfizh semua golongan, dan cabang tafsir Bahasa Arab dengan jumlah seluruhnya 12 peserta.

Baca juga: Sejarah Orang Jawa ke Suriname, Saudara Jauh Indonesia di Benua Amerika, Negara Anggota OKI

Bengkulu 2010

Pada MTQ Nasional di Bengkulu tahun 2010, Aceh mengirim 40 peserta mengikuti semua cabang yaitu tilawah semua golongan, tahfizh semua golongan, tafsir semua golongan, qiraat sab’ah, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran semua golongan, dan M2KQ, (putra-putri).

Posisi Aceh masih tetap di 9 besar dengan meraih satu juara I dan dua juara II yaitu:

* Dhia Al-Abrar (juara I tahfizh golongan 1 juz/tilawah putra)

* M Yusuf (juara II tafsir Bahasa Inggris putra)

* Masnaria Dewi Rahmah (juara II tahfizh 5 juz/tilawah putri).

Juara harapan masing-masing:

* Fadhliana M Daud (harapan II qiraat sab’ah putri) dan Nurlindawati (harapan III M2KQ putri).

Baca juga: Chechnya, Republik Islam Dalam Negara Rusia, Mode Kelas Atas, Pesta Selebriti, dan Hukum Syariah

Maluku 2012

Pada 2012, Aceh mengirim 42 peserta mengikuti semua cabang perlombaan di MTQ Nasional di Ambon.

Prestasi Aceh di Ambon masuk 10 besar dengan rincian juara masing-masing:

* M Iqbal, SHI (juara II qiraat sab’ah putra)

* Fadhliana M Daud (juara III qiraat sabah putri)

* Nursiah Nurdin (juara III tilawah dewasa putri)

* Aqmarina Asarah (juara III tahfizh 10 juz putri).

Juara harapan diraih oleh:

* HM Akhir (harapan I tilawah dewasa putra)

* Waliya Mursyida (harapan I tilawah kanak-kanan putri)

* Alfian Nikmat (harapan I tafsir Bahasa Inggris putra)

* Yusniar (harapan I tafsir Bahasa Inggris putri).

* Zunfikriah (harapan I khath buku/naskah putri)

* Rahmawati (harapan II khath hiasan mushaf putri)

* Dzia Al-Abrar Rafii (harapan III tahfizh 5 juz putra).

Baca juga: Rusli Bintang, Pengusaha Nasional Berjuluk Ayah Anak Yatim, dari Lampoh Keude Aceh Besar

Kepulauan Riau

Pada MTQ Nasional tahun 2014 di Batam, Kepulauan Riau, Aceh juga harus puas masuk 9 besar.

Di Batam, dengan kekuatan 42 peserta, Aceh menggondol satu juara I yaitu M Ikhwan untuk cabang tafsir Bahasa Indonesia putra.

Sedangkan Zunfikriah juara III cabang khath golongan naskah putri.

Di urutan juara harapan, masing-masing:

* Fadhliana M Daud (harapan I qiraat sab’ah putri)

* Mauliza Juliantika (harapan I tahfizh 10 juz putri)

* Khairani (harapan II tartil putri).

* Nisfah Juwita (harapan II kaligrafi hiasan mushaf putri)

* Munadiyannur (harapan II kaligrafi kontemporer putra)

* Takdir Feriza (harapan III tilawah dewasa putra).

Baca juga: Mengenal Haji Harun Keuchik Leumiek, Dari Saudagar Emas, Wartawan, Hingga Budayawan

Nusa Tenggara Barat 2016

Pada MTQ Nasional ke-26 Tahun 2016 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 8 Agustus 2016 di Islamic Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh menduduki peringkat 8.

Di NTB, sejumlah peserta dari Aceh berhasil tembus ke final, yaitu:

* Yusniar (juara I tafsir Quran Bahasa Inggris putri)

* Muhammad Khadafi (juara I tahfiz Quran 1 juz putra)

* Syekh Marzawi (juara II khattil Quran golongan khat hiasan mushaf).

* Aulia Rizki, Aguslijar dan Fachrul Radji (juara II fahmil Quran)

* Yassarah (juara III tilawah remaja putri)

* M Rajul Fuzari (juara III tartil Quran 5 Juz putra).

Kafilah Aceh juga meraih juara harapan, yaitu:

* Fik­rika (harapan II qiraah sab’aah putri)

* Syahidul Aulia (juara II tartil putra)

* Thantawi (juara II golongan cacat netra putra).

Berikutnya tiga juara harapan III diraih pada cabang lomba hafalan 10 juz putra (M Hani), lomba bahasa golongan putri (Nanda Anni Safitri), dan cabang hafalan 20 juz putra (Wahyu Ridha).

Baca juga: Sejarah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Bermula dari IAIN Ketiga di Indonesia

Sumatera Utara 2018

Di MTQ Nasional ke-27 yang digelar di Medan, Sumatera Utara (Sumut) 2018, Aceh mencatat sejumlah prestasi pada berbagai cabang dan masuk peringkat 7 nasional.

Para pengukir prestasi pada MTQN XXVII adalah:

* M Ammar Fathani (qari harapan I)

* Najwatul Ulfa (murattillah terbaik II)

* Romi Saputra (qari harapan II golongan qiraat murattal dewasa)

* Hj Nonong Sasmita (qariah harapan II).

* A. Muzayyinul Asyir (qari terbaik III golongan qiraat murattal remaja)

* Sahula Ruzni (qari harapan II).

Pada MTQN XXVII, Aceh juga menyabet predikat hafizh terbaik II golongan lima juz dan tilawah atas nama Arsy Yallah.

Sedangkan hafiz harapan II diraih Muhammad Rajul Fuzary dan hafiz harapan II golongan 20 juz Muhammad Rizky Ananda.

Mauliza Juliantika sebagai juara harapan III hafizah golongan 30 juz.

Untuk cabang tafsir Alquran golongan Bahasa Arab, M Ikram Abdul Azis menjadi mufasir terbaik I MTQN XXVII.

Sedangkan Aslim meraih predikat sebagai mufassir harapan III golongan Bahasa Inggris.

Pada cabang Fahmil Quran MTQN XXVII, regu putra Aceh (Muhammad Hafidz, Arif Maulana, dan Khalil Qusyairi) juara harapan I.

Sementara untuk cabang syarhil Quran, Haikal K, M Khamal K, dan M Akbar Miswari juara harapan II kelompok putra.

Masih di cabang syarhil Quran, regu putri Aceh (Izzatul Muna, Mildawati, dan Intan Novia) menjadi regu terbaik I kelompok putri.

Pada cabang Khath Alquran golongan hiasan mushaf, Aceh tampil sebagai khaththath terbaik III atas nama  Syech Marzawi.

Sedangkan khaththath harapan I atas nama Rahmawati.

Aceh juga menyabet gelar juara khaththath harapan III untuk golongan khaththath dekorasi.(SerambiWIKI.COM/M Nasir Nurdin/Hendri Abik)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Sejarah Panjang Kafilah MTQ Aceh, dari Romatisme Juara Hingga Pandemi Corona

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved