Budaya

Sejarah Tarian Mop-Mop, Berawal di Pidie Tahun 1950-an, Berkembang Hingga Aceh Utara dan Aceh Besar

Mop-Mop adalah sebuah seni pertunjukan yang di dalamnya adanya tarian, cerita (dialog), nyanyian lewat berbalas pantun dengan ungkapan-ungkapan lucu.

Serambinews.com
Para aktor menampilkan seni tradisi Mop-mop Aceh dalam pertunjukan outdor di Banda Aceh, Kamis (22/10/2020) 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Mop-Mop atau yang lebih dikenal sebagai biola Aceh telah lama ada di Aceh.

Mop-Mop adalah sebuah seni pertunjukan yang di dalamnya adanya tarian, cerita (dialog), nyanyian lewat berbalas pantun dengan ungkapanungkapan lucu, menggelikan, dan penuh humor.

Komunikasi dalam kesenian ini disampaikan lewat kekuatan humor dan secara tidak langsung tersirat nilai kritik sosial melalui pantunnya yang kocak, sehingga memikat hati para penonton.

Berdasarkan catatan sejarah, seni yang menceritakan tentang perselisihan dalam rumah tersebut telah ada sejak zaman Kolonial Belanda yaitu pada tahun 50-an.

Pada saat itu tarian itu hanya dimainkan di Aceh Utara, Aceh Besar, dan Pidie.

Untuk namanya di Aceh Utara disebut Mop-mop, sedangkan di Aceh Besar dan Kabupaten Pidie disebut Geundrang Kleng.

Masyarakat menyebut nama tersebut karena penggunaan instrumen biola sebagai instrumen utamanya.

Baca juga: Permainan Layang-Layang juga Naik Daun di Masa Pandemi

Baca juga: Makanan Khas Aceh yang Tersaji Saat Maulid Nabi

Sejarah

Berdasarkan dari sejumlah sumber SerambiWiki himpun, Kesenian Mop-Mop ini berasal dan tumbuh di Kabupaten Pidie sejak tahun 50-an, setelah berkembang tari seudati dan laweut.

Setelah itu, sekitar pada tahun 60-an kesenian ini tersebarluar terutama ke kabupaten Aceh Utara, karena masyarakat di sana sangat menggemarinya dan biasanya berkembang di daerah pedesaan.

Pada zamannya kesenian ini sangat terkenal dan juga sangat menghargai dan mencintai oleh masyarakat Aceh.

Salah satu bentuk rasa cinta seniman terhadap kesenian ini adalah, setelah pertunjukan selesai alat musik biola selalu ditutupi dengan kain putih dan disimpan serta dirawat dengan baik, layaknya jenazah yang dikafani.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved