Profil

Mengenal Lebih Dekat Sosok Mayjen TNI Hassanudin, dari Pedagang Asongan hingga jadi Panglima

“Kalau tempat tinggal dan makan ditanggung sama wak saya, tapi kebutuhan lain harus cari sendiri dengan menjadi pedagang asongan,” katanya mengenang.

Penulis: Subur Dani
Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Hendri
Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Hassanudin SIP MM. 

Pendek cerita, Hassanudin muda pun lulus dan diterima sebagai salah satu calon prajurit TNI.

Dia lulus Akademi Militer kecabangan Artleri Pertahanan Udara.

“Saya tidak pernah terbayang itu, benar-benar tidak bisa saya ungkapkan kebahagian saat itu,” katanya.

Hassanuddin pun mengikuti pendidikan.

Saat akan dilantik, Hassanudin menceritakan kisah saat dirinya melapor kepada komandan bahwa ibunya tidak akan datang pada pelantikan.

“Saya lapor, saya anggap ibu saya tidak akan datang, uang tidak ada. Kami semua ada enam, jadi kami dikelompokkan bersama prajurit yang orang tuanya tidak akan datang hari itu,” katanya.

Hassanudin tak sanggup menahan haru, saat melihat teman-teman yang lain didatangi orang tuanya.

Dipeluk bangga dengan berbagai ucapan selamat dari sanak family.

“Tiba-tiba dari kejauhan saya lihat seorang ibu-ibu, mirip mak saya. Dia mencari anaknya, tapi dalam hati tidak mungkin mak saya ke sini, tidak ada uang. Dia semakin mendekat dan ternyata benar beliau emak saya yang datang bersama wak saya,” ujar Hassanudin mengenang.

Menjadi prajurti TNI tentu membuat dirinya bangga.

Bahkan, tak terkecuali orang sekampungnya juga menaruh bangga pada Hassanudin.

Ia menjadi prajurit yang terus berlajar dan berusaha hingga saat ini menjadi Perwira Tinggi TNI-AD dengan gambar bintang dua di kerah seragamnya.

Baca juga: Pesona Wisata Ujung Batu di Pulau Banyak Aceh Singkil, Kolam Surga dan Kisah Legenda Perahu Pecah

Hassanudin juga tercatat, sebagai lulusan terbaik  Susreg XLI 2003 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.

Dalam biografi karirnya di TNI, Mayjen Hassanudin pernah mengemban sejumlah jabatan strategis.

Sebut saja Komandan Resimen Arhanud 1/Falatehan Kodam jaya (2011), Asrendam 1/ BB, Komandan Pusdik Arhanud di Malang Jatim, Paban I/Jakrenstra Srenad, Komandan Korem 045/Garuda Jaya (2014), Irdam IX/ Udy (2016), Irut Renproggar Itjenad (2017), Waasrena Kasad (2017), Kasdam I/Bukit Barisan (2018), Asrena Kasad (2019), dan kini menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda.

“Alhamdulillih saya juga lulusan terbaik Lemhannas RI tahun 2015 dan mendapat Bintang Seroja Wibawa,” kata pria kelahiran 7 September 1965.

Kisah Hassanudin meretas jalan menjadi seorang prajurit ini, cukup sering dia ceritakan kepada bawahannya dan sebagai motivasi bagi generasi penerus di mana pun ia bertugas.

Baginya, TNI tidak pernah menilai dari kelompok dan golongan manapun.

“Selama kita berusaha dan yakin, insya Allah pasti ada jalan. Buktinya saya, alhamdulillah, saya hanya akan yatim dan pedagang asongan, tapi alhamdulillah saya lulus sebagai TNI dan menjabat panglima saat ini,” katanya.

Jenderal bintang dua ini memang dikenal cukup akrab dan sering sekali berbagi inspirasi kepada siapapun.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved