Wisata

Pesona Wisata Ujung Batu di Pulau Banyak Aceh Singkil, 'Kolam Surga' dan Kisah Legenda Perahu Pecah

Kawasan Ujung Batu yang terletak di Desa, Teluk Nibung Kepalauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
SERAMBINEWS.COM/dok Novri
Ujung Batu, jadi destinasi wisata favorit baru di Pulau Banyak, Aceh Singkil, Minggu (29/12/2019) 

SERAMBIWIKI.COM - Ujung Batu merupakan salah satu lokasi destinasi wisata favorit di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Pengunjung yang datang ke sana bisa menikmati pemandangan dinding batu karang beraneka bentuk terbentuk akibat peristiwa alam dan deburan ombak.

Pemandangan paling menakjubkan di lokasi itu adalah air laut biru tosca yang dihiasi bayangan batu karang.

Panorama alam itu sangat sempurna bagi kolam di taman surga saat laut dalam kodisi tenang.

Tak mengherankan pengunjung berdatangan, untuk menikmati pemandangan, berendam dan berswafoto ria.

Destinasi ini mencuat setelah diperkenalkan oleh Novri, pelaku wisata di Pulau Banyak, kepada khalayak pada tahun 2019 lalu.

Ia mengatakan, saat tiba di lokasi, wisatawan terpesona dengan pemandangan yang memiliki nuansa berbeda.

Serambinews.com, yang pernah ke lokasi juga merasakan nuansa berbeda berada di Ujung Batu.

Dinding batu karang terlihat berbagai bentuk.

Ada yang menyerupai kaca kapal, bahkan menyerupai binatang.

Sementara air laut terlihat biru tosca.

Pengunjung bisa bermain air atau duduk di perahu menikmati pemandangan.

Paling cocok datang ke Ujung Batu musim angin timur, sehingga pemandangan sempurna bisa didapatkan.

Akses ke Lokasi

Ke Ujung Batu, dapat ditempuh sekitar 20 menit menggunakan speedboat dari Pulau Balai, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak.

Berkunjung ke sana sebaiknya hindari musim angin barat sebab ombak tidak bersahabat.

Untuk menuju ke lokasi wisata tersebut dapat dilalui melalui jalan darat, yaitu dengan melewati dari Desa Teluk Nibung.

Namun  sebelum menuju lokasi wisatawan dipaksakan berjalan kaki dengan melewati pinggir pantai serta jalan setapak hutan muda.

Sepanjang jalan, selain dapat menikmati panorama alam dan laut, juga terdapat dinding batu karang beraneka bentuk serta akar pohon pandan berusia ratusan tahun menjadi pemandangan memikat.

Baca juga: Lompong Sagu, Makanan Khas Kabupaten Aceh Singkil

Kisah Legenda

Ikuti kami di
KOMENTAR
145 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved