News

Omnibus Law, Undang Undang Sapu Jagat, Bermula dari Nama Bus Tertua di Dunia

Dalam sejarahnya, undang-undang sapu jagat adakalanya digunakan untuk melahirkan amendemen yang kontroversial.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
SERAMBIWIKI.COM/SENI HENDRI
Sejumlah serikat buruh di Aceh Timur bersama organisasi mahasiswa dan ormas, melancarkan aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRK Aceh Timur, Senin (12/10/2020). 

“Intinya presiden Jokowi, ingin membuat iklim usaha yang kondusif, makanya beliau, ingin dikenang sebagai bapak Onimbuslaw di Indonesia,” ungkap Rudi S Kamri.

Lalu, kenapa Omnibus Law UU Cipta Kerja mendapat penolakan dari banyak kalangan?

“Nah, ada beberapa hal, saya mau kritis juga (ke) pemerintah dan DPR. Bahwa mungkin selama ini, pemangku kepentingan yang ada di asosiasi pekerja, atau fenderasi buruh atau yang lain-lain, atau mungkin akademisi kurang didengar suaranya,” kata Rudi S Kamri.

“Makanya menimbulkan retedensi. Tapi kalau versi pemerintah atau versi di DPR mereka sudah melakukan itu, mungkin kurang optimal. Maka, beberapa hari ini, muncullah penolakan-penolakan omnibus law,” pungkas Rudi S Kamri.(Serambiwiki.com/Hendri Abik)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved