Profil

Mengenal Sofyan Djalil, Putra Peureulak Aceh Timur, Menteri Semua Zaman, Sang Pengagas Omnibus Law

Dalam penjelasannya, Luhut menyebut bahwa Omnibus Law di Indonesia digagas oleh Menteri ATR Sofyan Djalil.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambi Indonesia
Sofyan Djalil 

Jabatan itu diembannya sampai Mei 2007.

Sofyan Djalil juga menjadi salah satu tokoh kunci di balik suksesnya SBY melaksanakan misi perdamaian di Aceh.

SBY menunjuk Sofyan Djalil sebagai juru runding Pemerintah Indonesia dalam proses perdamaian Aceh yang berujung ditandatanganinya MoU Damai antara pemimpin Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Perwakilan Pemerintah RI, di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Karena lahir dan besar di Peureulak, Sofyan Djalil, dengan mudah bisa berdialog dengan pimpinan GAM, di dalam maupun luar negeri.

Peureulak, kampung halaman Sofyan Djalil, merupakan salah satu markas utama gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Masih di era SBY, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri BUMN.

Berbagai kebijakan publik diterapkan oleh Sofyan kala menjabat sebagai Menkominfo dan Menteri BUMN.

Kebijakan tersebut di antaranya adalah mempercepat pengembangan industri teknologi informasi dan komunikasi

(TIK) dan melakukan reformasi di Depkominfo.

Dia menerapkan sistem lelang radio frekuensi secara transparan dan kompetitif, pertama kalinya di Indonesia.

Kemudian, sebagai Menteri BUMN, dia melakukan reformasi BUMN dengan mempercepat proses restrukturisasi dan privatisasi juga secara agresif merekrut eksekutif professional dari berbagai latar belakang untuk menjadi pemimpin BUMN.

Sementara itu, di era Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofyan Djalil pernah mencicipi tiga jabatan menteri.

Awalnya, dia terpilih menjadi Menko Bidang Perekonomian pada 2014.

Setelah itu, Presiden Jokowi melakukan reshuffle pada 2015.

Hasilnya, Sofyan menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau Kepala Bapennas sampai 2016.

Setelah itu, dia ditunjuk menjadi Menteri ATR.

Saat Jokowi menjadi presiden di periode keduanya didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Sofyan juga didapuk kembali menjadi Menteri ATR hingga sekarang.

Baca juga: Sejarah Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh, Terusir dan Menjadi Etnis Paling Teraniaya di Dunia

Selama menjadi membawahi Kementerian Kordinator Perekonomian, Sofyan mengordinasikan berbagai program reformasi dan deregulasi dalam berbagai sektor perekonomian.

Itu merupakan tema utama dari program pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

Kemudian, dalam jabatannya di Bappenas, Sofyan telah memperkenalkan sistem perencanaan melalui pendekatan yang bersifat holistik, integratif, tematik, dan spatial (HITS) yang merupakan koreksi dari pendekatan perencanaan yang selama ini yang lebih bersifat pendekatan sektoral.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved