Sejarah

Masya Allah, Indahnya Mushaf Alquran Kuno Aceh, Bainah Indatu di Kertas Impor dari Eropa

Buah pena para ulama Aceh memperoleh apresiasi tinggi di berbagai negara di dunia, walau telah berabad abad lamanya

SERAMBIWIKI.COM/Handover
Tarmizi A Hamid menunjukkan Alquran kuno koleksi pribadi. 

Oleh Tarmizi A Hamid (Kolektor Manuskrip Aceh)

SERAMBIWIKI.COM - Aceh, dalam historinya terkenal sebagai sebuah sentral kebudayaan dan pemilik peradaban Islam terkemuka.

Daerah ini banyak melahirkan ulama yang namanya melambung tinggi ke seantero dunia.

Karya tulis para ulama Aceh, menjadi bukti bahwa budaya tulis menulis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Aceh sejak zaman dahulu.

Buah pena para ulama Aceh memperoleh apresiasi tinggi di berbagai negara di dunia, walau telah berabad abad lamanya.

Karya intelektual Islam leluhur Aceh ini tetap dikenang sepanjang masa.

Sambil duduk santai pada hari-hari yang masih dalam ancaman wabah Covid-19 di negeri Aceh yang kita cintai ini, saya mencoba menulis apa yang saya ingat dan ketahui pada bainah (warisan) indatu ini.

Kita coba bahas bidang yang paling menonjol dari lirikan para pakar sejarah dunia, yaitu perihal penulisan mushaf Alquran.

Saya tertarik membahas topic ini, karena mushaf tulisan tangan para ulama ini, menjadi mahkota di museum-museum Islam terkemuka di dunia, terutama di Jazirah Arab.

Sepanjang perjalanan napak tilas penelusuran peninggalan sejarah Aceh ini, saya telah melalui hingga ke Museum khusus Alquran di Madinah Saudi Arabia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved