Sejarah

Simpang Mesra, Robur, dan Kenangan Mahasiswa Aceh di Tahun 80an

Dan setiap pengendara sepeda motor melewati jalan ini, maka orang yang dibonceng mau tidak mau harus bersandar atau berpegangan erat pada pengemudi.

twitter.com/aceh_dishub
Duplikat bus Robur milik Dishub Aceh melewati Simpang Mesra pada acara karnaval HUT Ke-74 Republik Indonesia, 18 Agustus 2019. Robur yang populer era 1980-an merupakan angkutan murah dan fenomenal pada zamannya. Angkutan umum asal Jerman Timur, pabrikan Volkseigener Betrieb VEB Robur-Werke Zittau, menjadi andalan mahasiswa, pelajar, pekerja maupun masyarakat. 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Simpang Mesra, begitulah orang-orang menyebut nama sebuah persimpangan di ujung utara Banda Aceh.

Ketiga jalur di persimpangan ini menuju ke titik-titik yang sangat strategis, yaitu Kota Banda Aceh, Kampus Darussalam, dan Pelabuhan Malahayati Aceh Besar.

Seperti halnya di persimpangan strategis lainnya, di pertigaan ini juga dibangun satu tugu dan bundaran yang mengelilingi tugu. 

Pulpen raksasa dengan mata pena berujung tajam menjulang gagah di puncak tugu. 

Tugu itu melambangkan ini adalah kotanya para pelajar dan pejuang.

Maka tugu itu diberinama Tugu Tentara Pelajar.

Namun anehnya, keberadaan tugu itu tidak berpengaruh kepada nama persimpangan di bawahnya. 

Hampir tidak ada orang yang menyebutnya simpang tentara pelajar atau simpang pulpen atau simpang Darussalam.

Hampir semua orang di Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar menyebutnya Simpang Mesra.

Padahal hampir tidak ada sesuatu yang mesra di kawasan tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved