Tarian

Perbedaan Tari Saman dan Ratoh Jaroe

Tarian yang selalu nampak memukau para penglihatnya memiliki persamaan dan disebut kembaran. Meskipun begitu, keduanya memiliki perbedaan.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
SERAMBIWIKI/HENDRI ABIK/Instagram dgam_king
Tari Saman (atas) dan tari Ratoh Jaroe (bawah). 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Tari Saman dan tari Ratoh Jaroe merupakan tarian khas Aceh.

Tarian yang selalu nampak memukau para penonton ini memang memiliki persamaan dan bahkan kerap disebut kembaran.

Tak pelak, sering sekali orang salah dalam menyebut kedua tarian ini.

Meskipun disebut kembaran namun nyatanya kedua tarian ini berbeda.

Berdasarkan pencarian di Youtube, masih banyak Youtuber yang menyebut tari Ratoh Jaroe dengan tari Saman, di judul video yang diupload.

Salah satunya adalah video penampilan penari Ratoh Jaroe pada grand final the 10th International Folklore Festival “Interfolk in Russia” di St. Petersburg, Rusia 14 November 2017 lalu.

“Tarian Aceh,Tari Saman Juara 1 di Dunia” demikian tulis akun Top Militer pada keterangan video yang telah mencatat lebih 10 juta kali ditonton ini.

Tapi, tarian itu bukanlah tari Saman, melainkan Ratoh Jaroe.

Memang Saman adalah salah satu unsur yang mempengaruhi lahirnya tari Ratoh Jaroe hasil kreasi koreografer asal Banda Aceh, Yusri Saleh alias Dek Gam.

Selain dari gerakan Saman, tari Ratoh Jaroe juga diangkat dari tari Likok Pulo, Rapai Geleng, Tarek Pukat, dan tari asal Aceh lainnya.

Hasil kreasi Dek Gam yang memadukan banyak tarian dan syair di Aceh ini sangat cepat diterima oleh masyarakat Indonesia dan dunia. 

Dek Gam telah mengajarkan tari Ratoh Jaroe ini kepada ribuan siswa SMA/MA dan mahasiswa di Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Jadilah, Ratoh Jaroe sebagai tarian urban yang paling terkenal di Indonesia saat ini.

Seiring dengan itu, Dek Gam pun mendapat julukan "The King of Ratoh Jaroe".

Ini Dia Yusri Saleh, The King of Ratoh Jaroe

Yusri Saleh, The King of Ratoh Jaroe.
Yusri Saleh, The King of Ratoh Jaroe. (Instagram dgam_king/wowkeren.com)

Jika dilihat dari sejarah dan popularitas, kesalahan menyebut Saman kepada tari Ratoh Jaroe memang dapat dimaklumi. 

Karena Saman adalah tarian asal Gayo Lues (Aceh) yang sudah sangat terkenal dan memiliki akar sejarah yang sangat kuat. 

Pada 2011, tari Saman ini juga sudah ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda oleh Unesco, badan khusus PBB yang mengurus Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan.

Mengenal Sejarah Gayo, Salah Satu Etnis Tertua di Nusantara

Sementara Ratoh Jaroe adalah tarian pendatang baru hasil kreasi Yusri Saleh (Dek Gam). 

Tarian ini diperkenalan oleh Dek Gam kepada anak didiknya saat menjadi pelatih tari di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sekitar tahun 2000.

Sebenarnya, Tarian Ratoh Jaroe ini lebih dekat dengan tarian Rateb Meuseukat gerakannya diajarkan oleh Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya).

Sedangkan syair atau rateb-nya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan, yang hidup pada abad ke XIX.

Hanya saja, tari Rateb Meuseukat ini tidak sepopuler Saman, sehingga ketika Ratoh Jaroe mulai terkenal, orang-orang kerap menyebutnya sebagai Saman, bukan Rateb Meuseukat.

Lalu, apa saja sih perbedaan Saman (tarian tradisional dari Gayo Lues) dengan Ratoh Jaroe yang merupakan tarian urban atau tari kreasi ciptaan Yusri Saleh?

Berikut perbedaannya yang berhasil Serambiwiki.com himpun.

1. Asal

Tari Saman berasal dari suku Gayo.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved