Profil

Mengenal Ustaz Amin Chuzaini, Diundang Ibrahim Hasan untuk Mencetak Guru Tahfiz Quran di Aceh

Lebih kurang selama 30 tahun Ustaz Amin Chusaini mengabdikan dirinya dalam mencetak para penghafal Alquran di Aceh

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Facebook/Usamah El-Madny/Dayah MadrasatulQuran
Ustaz Amin Chuzaini bin Zainuri, guru para hafiz-hafizah Aceh yang juga pendiri Dayah MUQ Pagar Air dan Dayah Insan Qurani, meninggal dunia, Ahad (27/9/2020). 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dayah, khususnya tahfiz Quran, di Aceh, pada akhir September 2020.

Salah seorang ahlul Quran di Aceh, Ustaz Amin Chuzaini Al Hafiz, meninggal dunia di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Ahad (27/9/2020) sekira pukul 06.35 WIB.

Beliau meninggal dunia dalam usia 59 tahun. 

Innalillahi wainnailaihi rajiuun’ (Sesungguhnya kita ini milik Allah, dan kepadaNya kita kembali).

Sebelum meninggal almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.

Pimpinan Dayah Insan Qurani, Muzakkir, kepada Serambinews.com mengatakan, almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD Zainoel Abidin, sekira pukul 06.35 WIB.

Sebelum meninggal, almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.

“Beliau adalah huru para hafiz-hafizah Aceh dan pendiri Dayah Insan Qurani Aceh Besar. Pimpinan beserta seluruh keluarga besar Dayah Insan Qurani berduka atas meninggal almarhum,  guru yang sangat berjasa,” kata Muzakir.

Muzakir menyebutkan, almarhum meninggal dunia bukan karena COVID-19.

Hasil swabnya dinyatakan negatif.

Jenazah ustaz Amin dibawa pulang ke rumah dan disalatkan oleh para santrinya.

“Proses fardhu kifayah almarhum dilaksanakan di Desa Peunyeurat, Banda Aceh,” ujarnya.

Mengenal Haji Harun Keuchik Leumiek, Dari Saudagar Emas, Wartawan, Hingga Budayawan

Rusli Bintang, Pengusaha Nasional Berjuluk Ayah Anak Yatim, dari Lampoh Keude Aceh Besar

Ayah Para Penghafal Quran

Ustaz Muzakir menjelaskan, Ustaz Amin Chusaini semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang santun serta punya kapasitas yang mumpuni dalam mengembangkan lembaga tahfiz Alquran.

Beliau berasal dari Jombang, Jawa Timur, namun meninggalkan kampung halamannya untuk mengabdi di Aceh.

“Beliau merantau ke Aceh, menebarkan ilmu Al Quran dan merintis beberapa lembaga Tahfiz. Ini merupakan kabar duka bagi kita semua.

Kita kehilangan seorang sosok panutan yang peduli terhadap pendidikan serta pengembangan tahfiz Alquran di Aceh. Almarhum adalah gurunya para hafiz dan hafizah di Aceh,” tutur Muzakkir.

Selama sekitar 30 tahun di Aceh, Amin mengabdikan dirinya dalam pengembangan lembaga tahfizul Quran dengan mengasuh beberapa pondok pesantren, seperti MUQ Pagar Air.

Selain itu, ia juga pendiri dan pimpinan 3 dayah di Aceh yakni, Insan Qurani Aceh Besar, Sidiq Leupung, dan IQ Nurussalam Aceh Timur.

“Ia adalah alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Hasyim Asyary, Jombang dan Pesantren Madrasatul Quran Jombang, yang kemudian merantau ke Aceh pada masa gubernur Ibrahim Hasan untuk menjadi 'ayah para huffaz' di Aceh. Selain itu, ia juga Kasi di Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh,” pungkas Muzakkir.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved