Sejarah

Masjid Baitul Quddus, Sumbangan Pembaca Harian Serambi Indonesia di Tepi Danau Laut Tawar

Tak terkecuali, Harian Serambi Indonesia. Media “besar” di bumi Serambi Mekkah ini, membuka dompet peduli dengan mengumpulkan sumbangan dari pembaca.

Editor: Zainal M Noor
SERAMBI/HARI TEGUH PATRIA
Pemandangan Danau Laut Tawar dari dalam Masjid Baitul Quddus, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Senin (2/6/2014). Masjid Baitul Quddus dibangun kembali dengan dana sumbangan pembaca Serambi Indonesia dan resmi digunakan pada 2 Juni 2014. Masjid lama di lokasi ini hancur akibat gempa bumi yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah 2 Juli 2013 silam. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBIWIKI.COM, TAKENGON – 

Sebuah video terkait pemasangan terali atau jerjak besi di mihrab sebuah masjid yang disebut berada di sekitar Danau Laut Tawar, Aceh Tengah, viral di media sosial (medsos), Minggu (20/9/2020).

Penguggah video itu menyebut pemasangan jerjak besi di mihrab masjid itu bertujuan untuk mengantisipasi atau menjaga khatib dari tusukan orang gila.

Orang yang merekam video menyebutkan, hal itu sebagai upaya masyarakat Aceh menjaga ulama di masjid tersebut dari tusukan orang gila.

Setelah video ini viral banyak pihak mencari tahu kebenaran dari keterangan yang disampaikan orang dalam video itu.

Salah satu yang dicari tahu adalah lokasi masjid yang ada dalam video itu.

Penelusuran Serambiwiki.com, ternyata masjid dalam video itu adalah Masjid Baitul Quddus di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.

Masjid ini dibangun dengan dana bantuan pembaca Harian Serambi Indonesia tahun 2014 silam.

Namun, ternyata apa yang disebut dalam video viral itu tidak sesuai dengan faktanya.

Sejumlah warga Kampung Mendale yang ditemui Serambinews.com (Grup Serambiwiki.com), menyesalkan tindakan oknum pembuat video yang mengambil kesimpulan sendiri terkait keberadaan pintu besi di mihrab masjid itu.

Reje Kampung Mendale, M Amin, yang ditemui Serambinews.com, Minggu (20/9/2020), menyebutkan, jerjak tersebut dibuat pada tahun 2019 lalu dengan tujuan untuk mengamankan barang-barang atau aset masjid agar tidak dicuri atau hilang.

“Jadi, kalau dibilang untuk pengamanan imam maupun khatib, itu sama sekali tidak benar,” ujar M Amin.

“Jadi, apa yang disampaikan dalam video itu merupakan perkataan yang tidak benar. Kami selaku aparat desa sangat menyayangkan pernyataan tersebut,” pungkas M Amin.

Rusli Bintang, Pengusaha Nasional Berjuluk Ayah Anak Yatim, dari Lampoh Keude Aceh Besar

Masjid Baitul Quddus

Masjid Baitul Quddus yang viral karena video terseut terletak di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

Masjid Baitul Quddus ini terletak di kawasan yang cukup strategis, tepatnya di pintu masuk menuju Danau Lut Tawar yang oleh masyarakat luar dikenal dengan nama Danau Laut Tawar.

Masjid ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari sepadan danau.

Sehingga jamaah bisa menikmati keindahan panorama Danau Lut Tawar, saat pagi dan sore, hanya dengan duduk di teras masjid Baitul Quddus.

Seorang warga melaksanakan shalat Ashar di Masjid Baitul Quddus, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Minggu (20/9/2020).
Seorang warga melaksanakan shalat Ashar di Masjid Baitul Quddus, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Minggu (20/9/2020). (SERAMBIWIKI/MAHYADI)

Sebelum masjid Baitul Quddus ini hadir, di lokasi tersebut terdapat masjid yang dibangun dengan dana swadaya masyarakat.

Ikuti kami di
KOMENTAR
123 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved