Sejarah

Prof Dr H Safwan Idris MA, Mutiara Aceh yang Gugur Karena Konflik Bersenjata

Hari ini, 20 tahun lalu, tepatnya 16 September 2000. Sang Profesor meninggal dunia setelah timah panas menyasar rahang bawahnya.

DOK. SERAMBI INDONESIA
Kliping berita Harian Serambi Indonesia edisi 17 September 2000, tentang insiden penembakan yang merenggut nyawa Prof Safwan Idris MA. 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH BESAR - Tragedi pembunuhan tokoh, ulama, sekaligus Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Prof Dr H Safwan Idris MA menjadi catatan sejarah kelam bagi masyarakat Aceh.

20 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 16 September 2000, Ulama bergelar Profesor ini meninggal dunia setelah timah panas menyasar rahang bawah hingga tembus ke belakang kepalanya.

Cendikiawan yang juga ulama Aceh tersebut roboh, darah mengalir dari wajahnya hingga bercucuran di lantai.

Pagi itu, menjadi pagi berdarah bagi sejarah Aceh.

Konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan militer Indonesia, kembali merenggut nyawa satu putra terbaik Aceh.

Profesor Safwan ditembak sadis oleh pelaku di rumahnya, di Jalan Alkindi, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Kilas Balik Kejadian

Pagi itu, 16 September 2000, azan Subuh berkumandang di setiap masjid dan musahalla di Kota Banda Aceh.

Rektor IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN), Prof Safwan Idris terbangun dengan panggilan itu.

Bergegas beliau mengambil wudhu dan menunaikan shalat Subuh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved