Sejarah

Jejak Laksamana Cheng Ho di Aceh

Kedatangan sejumlah batalyon China ke Aceh pada masa itu, yaitu pada era Samudera Pasai (Aceh Utara sekarang).

SERAMBI/SYAMSUL
Lonceng Cakradonya di kompleks Museum Negeri Aceh hadiah yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho bersama pasukannya untuk Kerajaan Samudera Pasai. Lonceng raksasa ini pernah digunakan di kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Aceh Darussalam. 

Oleh: Tarmizi A Hamid, Kolektor Naskah Kuno Aceh dan Pemerhati Sejarah Aceh 

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).
Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH – Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara (mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand selatan, Brunei Darussalam, serta Filipina Selatan) memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Banyak kalangan datang ke Samudera Pasai untuk belajar tentang ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. 

Salah satu yang paling terkenal adalah kedatangan Laksamana Cheng Ho, pelaut dan penjelajah terkenal dari negeri Tiongkok.

Berdasarkan sejarah, Laksamana Cheng Ho pernah berkunjung ke Samudera Pasai (Aceh Utara sekarang) bersama sekitar seribu anggota Bataylon.

Kala itu, orang Samudera Pasai lebih familiar memanggilnya dengan Ma Ho.

Cheng Ho digambarkan sebagai sosok Muslim yang taat.

Dia melakukan ekspedisi ke Samudera Pasai (Aceh Utara) dengan tujuan untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Dalam ekspedisi itulah Cheng Ho membawa hampir seribu jamaah muslim dari berbagai kemahiran ilmunya masing-masing di antaranya:

Ahli galangan kapal, irigasi, pertanian, dan perubatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved