Sejarah

Sejarah Peunayong di Banda Aceh, Dari Tempat Berteduh Hingga Didesain Belanda Jadi Chinezen Kamp

Di sana selalu aktif dan tak pernah sepi dari manusia yang datang. Orangpun datang dan pergi secara bergantian setiap waktu.

Serambinews.com/Hendri
Aktivitas belanja di Pasar Peunayong Banda Aceh 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Lalu-lalang kendaraan dan suara klakson yang bersahut-sahutan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian di kawasan Peunayong Banda Aceh.

Sinar matahari yang menyala terik, semakin menambah bising suasana pada siang, Senin (7/9/2020).

Tepatnya di jalan Kartini Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Di sana selalu aktif dan tak pernah sepi dari manusia yang datang.

Orang-orang hilir mudik, datang dan pergi secara bergantian setiap waktu.

Setiap manusia yang datang ke sini terbenam dengan aktivitas transaksi jual-beli barang kebutuhan pokok.

Begitulah sekilas suasana di suatu sudut pasar Peunayong, Banda Aceh.

Saban hari di sana, dari trotoar jalan hingga gang-gang dan dalam gedung, selalu dipenuhi oleh lautan manusia.

Tidak hanya pada siang hari, tapi dari pagi hingga ke pagi lagi selalu ramai manusia.

Karena Peunayong merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Banda Aceh.

Sejarah Pasar Hewan Sibreh, Pusat Perdagangan Terkenal Pada Masa Penjajahan Belanda

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved