Sejarah

Sejarah Peunayong di Banda Aceh, Dari Tempat Berteduh Hingga Didesain Belanda Jadi Chinezen Kamp

Di sana selalu aktif dan tak pernah sepi dari manusia yang datang. Orangpun datang dan pergi secara bergantian setiap waktu.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambinews.com/Hendri
Aktivitas belanja di Pasar Peunayong Banda Aceh 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH - Lalu-lalang kendaraan dan suara klakson yang bersahut-sahutan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian di kawasan Peunayong Banda Aceh.

Sinar matahari yang menyala terik, semakin menambah bising suasana pada siang, Senin (7/9/2020).

Tepatnya di jalan Kartini Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Di sana selalu aktif dan tak pernah sepi dari manusia yang datang.

Orang-orang hilir mudik, datang dan pergi secara bergantian setiap waktu.

Setiap manusia yang datang ke sini terbenam dengan aktivitas transaksi jual-beli barang kebutuhan pokok.

Begitulah sekilas suasana di suatu sudut pasar Peunayong, Banda Aceh.

Saban hari di sana, dari trotoar jalan hingga gang-gang dan dalam gedung, selalu dipenuhi oleh lautan manusia.

Tidak hanya pada siang hari, tapi dari pagi hingga ke pagi lagi selalu ramai manusia.

Karena Peunayong merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Banda Aceh.

Sejarah Pasar Hewan Sibreh, Pusat Perdagangan Terkenal Pada Masa Penjajahan Belanda

Sejarah

Berdasarkan catatan sejarah Aceh, Peunayong berasal dari kata Peumayong yang berarti tempat berteduh.

Karena pada tempo dulu daerah ini banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang sangat rimbun sampai ke daerah Ujong Peunayong (saat ini Gampong Lampulo) yang menjadi tempat persinggahan.

Berawal dari sinilah masyarakat menjuluki kata Peumayong menjadi Peunayong.

Hal ini disebabkan oleh kesalahan dalam pengejaan kata oleh sebagian besar masyarakat sehingga lebih mudah menyebutnya Peunayong.

Penyebutan ini terus melekat dan menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat dan sekitarnya.

Wilayah Gampong Peunayong tempo dulu sampai ke Gampong Lampulo yang dulunya disebut Ujong Peunayong.

Kini Gampong Peunayong telah dimekarkan menjadi 5 (lima) gampong administratif yang berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Kuta Alam.

Yaitu Gampong Mulia, Gampong Lampulo, Gampong Lamdingin, Gampong Laksana, dan Gampong Keuramat.

Sejak dulu Peunayong memang telah menjadi daerah internasional.

Ikuti kami di
KOMENTAR
109 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved