Kuliner

Masak Bubur Asyura, Tradisi di Aceh Setiap Tanggal 10 Muharram

Ada beberapa versi yang menyatakan tentang asal-usuk bubur Asyura di buat oleh umat muslim di Indonesia khsusunya Aceh.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambinews.com/Hendri
Anak-anak pun ikut merawat tradisi memasak bubur Asyura. 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH BESAR-  Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat warga Desa Lamsie Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar untuk memasak kuliner khas yang hanya ada di bulan Muharram tahun Hijriah.

Namanya bubur asyura.

Bubur yang memiliki cita rasa gurih tersebut dimasak warga hanya sekali dalam setahun, yaitu pada hari Asyura atau 10 Muharram tahun hijriah.

Jadi jangan pernah mencari bubur asyura ini pada hari selain tanggal 10 Muharram. 

Kuliner yang satu ini juga tidak ada dalam daftar menu di restoran maupun kafe di Aceh. 

Sebab, setelah dimasak, bubur ini dibagikan gratis kepada masyarakat sekitar.

Seperti pada Sabtu (29/8/2020) lalu, puluhan Desa Lamsie Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, berkumpul di rumah salah seorang warga untuk memasak bubur ‘Asyura’ ini.

Menurut seorang warga, pembuatan bubur ini sudah dilakukan sejak turun menurun di desa itu ataupun di sejumlah desa lainnya di Aceh.

Pada tanggal tersebut, katanya , selain memasak bubur, juga melakukan berapa aktivitas keagamaan lainnya, salah satunya puasa Asyura.

Anak-anak memasak bubur Asyura
Anak-anak pun ikut serta merawat tradisi memasak bubur Asyura (Serambinews.com/Hendri)

Ie Bu Peudah, Bubur Warisan Kesultanan Aceh Darussalam yang Masih Eksis

 Bahan Utama Bubur Asyura  

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved