Sejarah

Gunongan, Lambang Cinta Sultan Iskandar Muda untuk Putri Pahang

Situs Gunongan terletak persis di pusat kota, yaitu di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pekerja membersihkan bangunan cagar budaya di kompleks Gunongan untuk dicat ulang, di Banda Aceh, Selasa (3/10/2017). Gunongan ini dibangun Sultan Iskandar Muda untuk dipersembahkan kepada permaisurinya Putri dari Negeri Pahang, Malaysia. 

SERAMBIWIKI.COM, BANDA ACEH- Situs Gunongan terletak persis di pusat kota, yaitu di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh.

Posisinya sekitar 100 meter berseberangan dengan kompleks pemakaman prajurit Belanda, Kerkhoff Peutjoet, dan Museum Tsunami Aceh.

Untuk mencapai situs itu mudah karena hampir semua kendaraan umum melewatinya.

Untuk diketahui, Gunongan adalah monumen atau bangunan putih bersegi delapan dengan tinggi sekitar 10 meter.

Bangunan itu bertingkat tiga, berbukit-bukit seumpama jejeran gunung, sehingga disebut gunongan atau gunungan.

Sekilas Gunongan pun terlihat seperti bunga bertingkat tiga yang sedang mekar.

Di bagian puncak terdapat menara yang berben- tuk seperti mahkota bunga.

Di Gunongan terdapat satu pintu masuk dengan tinggi ha- nya 1,5 meter.

Pintu itu sengaja dibuat rendah agar pengunjung yang masuk dalam posisi membungkuk.

Melalui pintu itu, pengunjung bisa ke
puncak bangunan.

Selangkah kaki d i
kiri Gunongan terdapat Peterana Batu.

Batu itu memiliki diameter 1 meter dan tinggi 
50 sentimeter.

Batu 
ini berbentuk silinder dengan ornamen kerawang motif jaring atau jala.

Di pinggiran batu terdapat terap, semacam tangga bertingkat dua, dan di tengah batu terdapat lubang.

Sekilas batu itu seperti tempat keramas rambut di salon kecantikan.

Persis di belakang Gunongan terdapat kandang atau makam menantu Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yakni Sultan Iskandar Thani (1636-1641).

Sekitar 10 meter di samping kiri Gunongan terdapat aliran sungai buatan bernama Krueng Daroy.

Sungai ini mengalirkan air ke kompleks pemandian Putri Pahang yang berjarak sekitar 50 meter dari Gunongan.

Taman Budaya Aceh

Hukum Adat Laut, Tentang Pantang Melaut

Salah satu bagian bangunan di kompleks Gunongan, Banda Aceh.
Salah satu bagian bangunan di kompleks Gunongan, Banda Aceh. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

Sejarah

Dikutip dari Kompas, salah satu catatan tentang Pembangunan Monumen yang Dinamakan Gunongan di Kutaraja (De Stichting Van Het Gunongan Geheeten Monument Te Koetaraja) ditulis oleh Hosein Djajadiningrat pada tahun 1916.

Ikuti kami di
KOMENTAR
100 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved