Sejarah

Berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Laksamana Malahayati di Bukit Lamreh Aceh Besar

Laksamana Malahayati dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia sejak peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 lalu.

Serambinews.com/Hendri
Petunjuk arah makam Malahayati 

Keumalahayati berhasil membunuh kapten kapal penjelajah Belanda, Cornelis de Houtman, dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.

Keberhasilan dan keberaniannya membuat Keumalahayati mendapat gelar Laksamana yang merupakan gelar tertinggi di Angkatan Laut Kerajaan Aceh.

Sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

Saat meninggal dunia, jasad Malahayati dikebumikan di bukit Lamreh Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.

Makam panglima perang perempuan yang legendaris ini terawat dengan baik.

Teungku Chik Di Tiro, Pahlawan Asal Pidie Dimakamkan di Meureu Aceh Besar

Mengenang Jasa Pahlawan

Pada hari Minggu 16 Agustus 2020, atau tepat sehari sebelum peringatan HUT Ke-75 Republik Indonesia, rombongan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali didampingi Wakil Bupati Tgk H Husaini A Wahab serta Forkopimda, berziarah ke makam Sang Pahlawan.

Mereka berdoa dan mengenang perjuangan dan jasa Keumalahayati melawan penjajah Belanda hingga Republik Indonesia saat ini bisa memperingati HUT Kemerdekaannya yang ke -75 tahun.

Malahayati atau Keumalahayati di masa hidupnya, merupakan wanita yang menjadi Panglima Angkatan Laut, Kadis Rahasia Kerajaan, dan Protokol Istana masa kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Saidil Mukamil Alauddin Riayatsyah pada  tahun 1588-1604.

Beliau juga menghimpun para janda untuk melawan Portugis dan Belanda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved