Kuliner

Rujak Ujong Blang, Cemilan Tersohor di Pesisir Lhokseumawe

Bagi warga di kota Lhokseumawe rujak Ujong Blang merupakan salah satu makanan yang tersohor dan paling banyak digemari.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambinews.com
Buah-buahan untuk bahan rujak khas Ujong Blang, Lhokseumawe. (SERAMBINEWSTRAVEL.COM/ZAKI MUBARAK) 

SERAMBIWIKI.COM, LHOKSEUMAWE - Seorang perempuan terlihat sibuk mengiris buah-buahan di dalam cobek.

Ia kemudian mengguyur irisan buah-buahan itu dengan bumbu manisan dan kacang. 

Rujak Ujong Blang, begitulah nama cemilan yang disajikan perempuan itu ke para pengunjung yang berwisata ke pantai Ujong Blang, Minggu (16/8/2020) sore. 

Bagi warga di kota Lhokseumawe rujak Ujong Blang merupakan salah satu makanan yang tersohor dan paling banyak digemari.

Menurut masyarakat di sana nama rujak Ujong Blang itu sendiri diambil dari nama sebuah desa yang terletak di Banda Sakti.

Untuk keberadaan rujak itu, selain tersedia desa Ujong Blang juga terdapat di Desa Ulee Jalan dan Hagu Barat Laut, masih dalam kecamatan yang sama.

Desa-desa tersebut merupakan kawasan pesisir di Kota Lhokseumawe.

Biasanya, warga di sana menikmati rujak di pondok-pondok yang tersebar dibibir pantai sambil menikmati pememandangan panorama alam di sana.

Tidak hanya satu pondok, setiap pondok menawarkan rujak sebagai menu utama.

Oleh karena itu tak heran jika banyak warga berburu rujak ke sana.

Rujak U Groh, Kuliner Penyegar Lelah di Indrapuri, Provinsi Aceh

Lompong Sagu, Makanan Khas Kabupaten Aceh Singkil

Bahan Untuk Rujak Ujong Blang

Makanan dari campuran buah-buahan tersebut, dalam bahasa Aceh disebut Lincah.

Dan Rujak Ujong Blang itu sendiri mempunyai citarasa asam, manis, dan pedas.

Untuk potongan buah untuk rujak tersebut terdiri atas pepaya, kedondong, rumbia, nenas, mangga, bengkoang, mentimun, jambu, dan kuini.

Buah-buahan yang digunakan itu semuanya dalam kondisi segar.

Nah, yang menjadikan rasa rujak Ujong Blang istimewa adalah manisan aren dan gula jawa yang ditambah kacang goreng yang diulek kasar.

Keduanya lantas disiram ke atas buah yang dipotong pipih.

Jika ingin lebih pedas, maka penjual akan menambah cabai rawit yang sudah diulek ke dalam rujak pesanan.

Pinto Aceh, Perhiasan Peninggalan Sultan Iskandar Muda

Hukum Adat Laut, Tentang Pantang Melaut

Harga

Untuk harganya cukup dengan merogoh kocek Rp10.000 per piring dan anda sudah bisa mencicipi rujak yang satu ini.

Menyantap sajian rujak sambil menikmati suasana pinggir pantai bisa jadi salah satu kegiatan berlibur yang menyenangkan.

Jika tidak percaya silahkan untuk mencobanya. (Serambiwiki/Hendri)

Ikuti kami di
KOMENTAR
93 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved