Sejarah

Sejarah Pasar Hewan Sibreh, Pusat Perdagangan Terkenal Pada Masa Penjajahan Belanda

Pekan (pasar) Sibreh yang diselenggarakan setiap hari rabu merupakan pusat perdagangan hewan ternak di Aceh

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambinews.com
aktivitas di Pasar Hewan Sibreh. Foto: Serambi/Asnawi 

SERAMBIWIKI.COM , SIBREH - Pekan (pasar) Sibreh yang diselenggarakan setiap hari rabu merupakan pusat perdagangan hewan ternak di Aceh.

Traksaksi perdagangan ternak di pasar itu masih hingga kini masih berlangsung secara tradisional.

Sejarah

Menurut cerita dari sejumlah warga, sebelum sebagai pusat perdagangan hewan ternak, pasar Sibreh ini punya sejarah panjang.

Pada saat perang Aceh-Belanda sekitar tahun 1873 hingga 1904, dan pada masa Kesultanan Aceh, pasar Sibreh tidak hanya dijadikan sebagai pusat perdagangan hewan, tapi juga sebagai pusat pasar sembako dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat Aceh .

Pasar Sibreh pada masa tersebut, berada di tepi jalan Sibreh.

Hingga kemudian Belanda menggeser pusat pasar tradisional rakyat Aceh ke dalam di kawasan Sibreh (tempat sekarang), yaitu berada di tengah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar.

Menurut cacatan sejarah, pemindahan Pasar Sibreh itu pada tahun 1925.

Pemindahan itu, langsung dilakukan oleh Gubernur Jenderal Belanda Kheke.

Dia pada saat itu, berinisiatif memindahkan pasar dari tepi jalan Sibreh ke dalam karena ramai penduduk.

Selain itu juga karena sistem perdagangan dan transportasi rakyat Aceh menggunakan kereta api.

Pemindahan itu dilakukan untuk memudahkan pedagang dari Sigli yang menjajakan dagangan ternak mereka dengan memasukkan pada gerbong kereta api.

Pada masa kolonial itu, Pasar Sibreh menjadi pusat perdagangan yang para pedagangnya mayoritas orang Aceh, padang, dan cina.

Pada saat itu orang Padang berjualan gado-gado dan nasi goreng.

Sementara orang cina kebanyakan berjualan kopi.

Sedangkan orang Aceh berjualan ternak, bekerja pandai emas, hingga menjual baju dan kebutuhan lainnya.

Roti Sele Samahani, Jajanan Kampung yang Terkenal Seantero Aceh

Pasar Induk Lambaro, Pusat Belanja Termurah di Aceh Besar

Dari masa itu dan hingga kini pasar hewan tersebut merupakan pasar terbesar penjualan hewan ternak dari seluruh Aceh.

Ketika itu Pasar Sibreh menjadi pusat perdagangan terbesar di Sumatera dan kini menjadi pusat perdagangan hewan sebesar di Aceh.

Tokoh Masyarakat Aceh, Tgk Hasyim Abdullah, Warga Lampaseh Krueng, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, mengatakan, pasar Sibreh sejak 1925 menjadi pusat perdagangan rakyat setiap hari pekan rabu.

Pasar Sibreh itu menjadi pasar yang miliki sejarah panjang yang harus dilestarikan dan menjadikan sebagai pasar yang memiliki nilai sejarah bagi rakyat Aceh.

Ikuti kami di
KOMENTAR
85 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved