Sejarah

Mercusuar Atau Menara Willem's Toren di Pulo Aceh

Palau breueh merupakan salah satu pulau kecil yang terletak paling ujung barat laut pulau Sumatera dan di sebelah barat palau Weh atau Sabang.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Mercusuar atau Menara Willem's Toren di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Foto direkam Juli 2020. 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH BESAR - Mercusuar Willem's Toren adalah nama yang disematkan untuk bangunan menara suar yang berada di Pulau Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Beberapa literatur mencatat Mercusuar Willem's Toren di Pulo Aceh ini dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1875.

Menara itu memiliki ketinggian setinggi 85 meter.

Menurut informasi, lampu pada menara tersebut mampu memantulkan cahaya hingga puluhan mil ke Samudera Hindia.

Pantulan cahaya tersebut berfungsi untuk mengatur jalur pelayaran internasional.

Menara bundar dengan warna merah putih itu menjulang tinggi di atas perbukitan di ujung Pulau Breueh (Pulau Beras) Gampong (desa) Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh (Pulau Aceh) Kabupaten Aceh Besar.

Menurut cerita dari sejumlah masyarakat Aceh, nama William’s Torren diambil dari nama Raja Luxemburg, Willem Alexander Paul Frederich Lodewijk.

Pada masa itu, ia dikenal sebagai raja yang ikut membangun perekonomian dan infrastruktur kekuasaan Hindia Belanda.

Mercusuar Willem's Toren yang berada di Pulo Aceh ini, merupakan satu dari tiga bangunan serupa yang dibangun pemerintah kolonial Belanda di dunia.

Satu lainnya berada di Belanda (sudah dijadikan museum) dan satu lagi di Kepulauan Karibia.

Oleh sebab itu, pengunjung masih bisa menapaki setiap sudut bangunan bergaya Eropa tersebut.

Bangunannya hingga sekarang, masih kokoh dan masih digunakan sebagai petunjuk kapal yang melewati Samudera Hindia.

Di samping menara mercusuar di Pulo Aceh terdapat empat bangunan khas Belanda berkonstruksi "bentong" serta kayu.

Tiga di antaranya sudah direhab, namun tidak menghilangkan ciri khas serta bentuk bagunan yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda pada umumnya.

Masih dalam kompleks Mercusuar Willem's Toren.

Sekira 100 meter dari Mercusuar Willem's Toren terdapat satu bangunan berlantai dua yang dipenuhi semak belukar tanpa atap dan jendela masih berdiri kokoh di atas perbukitan Pulau Breueh yang dikelilingi asrinya hutan di ujung negeri Aceh ini.

Sejarah Tugu Bundaran Simpang Lima Banda Aceh

Meuligoe Bupati Bireuen, Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Sejarah Pembangunan

Menurut cacatan dari berbagai sumber, pembangunan menara tersebut dilakukan setelah Belanda menyatakan perang dengan Kerajaan Aceh.

Pada saat Belanda menjajah Aceh, masyarakat lokal dipaksa menjadi budak untuk membangun menara yang disebut lampu oleh masyarakat setempat.

Kedalaman pondasi menara tersebut, sama dengan ketinggiannya, sekitar 85 meter.

Ikuti kami di
KOMENTAR
74 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved