Profil

dr H Taqwallah MKes, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Mengawali Karir dari Seunuddon dan Samalanga

Dia dilantik sebagai Sekda Aceh pada tanggal 1/8/2019, menggantikan Dermawan yang telah memasuki purna bhakti

Penulis: Hendri Abik
Editor: Zainal M Noor
Serambi Indonesia
dr. H. Taqwallah, M.Kes, 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH -   dr. H. Taqwallah, M.Kes adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh.

Dia dilantik sebagai Sekda Aceh pada tanggal 1/8/2019, menggantikan Dermawan yang telah memasuki purna bhakti.

Taqwallah merupakan seorang anak guru yang lahir dan dibesarkan di Lubuk, Aceh Besar.

Ayahnya, H Razali Cut Lani adalah tokoh pendidikan Aceh.

Taqwallah yang memiliki latar belakang sebagai medis ini, memulai karier sebagai seorang birokrat sejak tahun 1995.

Pada tahun itu, dia ditunjuk sebagai Kepala Puskesmas di Seunuddon Aceh Utara.

Lima tahun kemudian, dia dipindahkan ke Puskesmas Samalanga dengan posisi yang sama pada 25 September 2000.

Karena dianggap mampu dan berprestasi dalam menjalani tugasnya, kemudian Taqwallah diangkat menjadi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan di Simeulue pada 1 November 2000.

Setelah itu,  pada 3 Januari 2003, dia menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan RSU Simeulue.

Musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004, menjadi awal dari karir Taqwallah di level provinsi.

Kinerja Taqwallah menarik perhatian Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto.

Kuntoro kemudian menunjuk Taqwallah sebagai Kepala Perwakilan Wilayah IV BRR NAD-Nias pada 5 Juli 2006.

Biodata Ir Nova Iriansyah MT, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh

Sukses di jabatan itu, pasangan H Razali Cut Lani dan Hj Rohani Harun (almarhumah) ini ditunjuk untuk memimpin tim yang lebih besar, yakni sebagai Wakil Deputi Bidang Operasi BRR NAD-Nias.

Setelah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) bubar, Taqwallah tetap menjadi salah satu leader di Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh-Nias (BKRA).

Di sini, dia ditempatkan sebagai Kepala Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan.

Setahun kemudian, tepatnya pada 4 Januari 2010, Taqwallah kemudian menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Hubungan Luar Negeri di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf.

Lalu pada tahun 2012 dia diangkat sebagai Asisten Ahli Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP).

Setahun di Jakarta, pada 2013  Taqwallah kembali dipulangkan ke Aceh, untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan Aceh.

Setelah itu, pada tahun 2014 kembali menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Hubungan Luar Negeri dan juga tercatat sebagai Staf Pengajar Luar Biasa pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Kemudian pada tahun 2015, di bawah kepemimpinan dr Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, dia diangkat menjadi Penasihat Khusus Gubernur Aceh.

Dr Iqbal MA, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved