Sejarah

Meuligoe Bupati Bireuen, Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Kabupaten Bireuen, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, menyimpan beragam keunikan dan khas daerah.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Dinar
Serambinews.com
Meuligoe Bupati Bireuen, Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia, Ibu Kota Negara Indonesia Ketiga yang Terlupakan. SERAMBINEWS.COM/ FERIZAL HASAN 

SERAMBIWIKI.COM, BIREUEN - Kabupaten Bireuen, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh.

Daerah yang memiliki 609 desa dari 17 kecamatan ini, menyimpan beragam keunikan dan khas daerah.

Baik bidang pembangunan, pariwisata hingga berbagai jenis kuliner khas dari kabupaten tersebut.

Kabupaten Bireuen atau Kota Bireuen dijuluki sebagai Kota Juang.

Betapa tidak, di tengah-tengah Kota Bireuen atau pusat ibu kota kabupaten, berdiri megah Tugu Kota Juang.

Letaknya persis di jalan depan Meuligoe (Pendopo) Bupati Bireuen, atau sebelah selatan Pendopo.

Kota Bireuen memiliki sejarah panjang saat perjuangan penjajahan Belanda.

Bireuen dijuluki Kota Juang, karena memiliki sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Tepatnya pada Tahun 1948 atau tiga tahun setelah Indonesia Merdeka, Presiden Pertama RI, Ir Soekarno pernah memimpin Indonesia selama satu pekan di Meuligoe Bupati Bireuen sekarang.

Kala itu, Ibu Kota Negara Indonesia yaitu Yogyakarta dan Padang Sumatera Barat, telah dikuasai oleh Belanda.

Presiden Seokarno bersama para kabinetnya, harus mengasingkan dirinya ke Aceh, tepatnya di Kota Bireuen.

Selain itu, Radio Rimbaraya yang sekarang terletak di Kecamatan Rimbaraya, Kabupaten Bener Meriah, atau sekitar 60 kilometer arah Selatan Kota Bireuen, menjadi saksi sejarah.

Betapa tidak, saat Presiden Seokarno memimpin Indonesia dari Meuligoe Bupati Bireuen, Radio Rimbaraya langsung menyiarkan bahwa Indonesia masih ada.

Letda Umi Salamah (istri Kolonel Husein Yusuf, Panglima Komando Amandemen X yang menguasai daerah Aceh, Langkat hingga Karo, Sumatera Utara), yang menyiarkan bahwa Indonesia masih ada lewat Radio Rimbaraya dengan tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Cina, bisa didengar hingga ke seluruh dunia.

Meuligoe Bupati Bireuen, juga menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Bahkan sejarah Kota Bireuen pernah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia ketiga, sempat dilupakan.

Padahal, sejumlah bukti dan data serta fakta sejarah masih ada di Meuligoe Bupati Bireuen.

Seperti foto Presiden Seokarno bersama Kolonel Husein Yusuf, Panglima Komando Amandemen X yang menguasai daerah Aceh, Langkat hingga Karo, Sumatera Utara, bersama pasukannya dan Abu Daud Beureueh, masih terpampang rapi di dinding ruang utama Meuligoe Bireuen.

Selain itu, kamar tempat Seokarno menginap juga masih ada, meskipun perabotan dan tempat tidurnya sudah direnovasi.

Penjaga Meuligoe Bupati Bireuen, Mulyadi kepada Serambinews.com, Sabtu (25/4/2020) mengatakan, selain kamar Seokarno, ada kamar Rimbaraya dan kamar Kolonel Husein Yusuf yang masih menjadi bukti sejarah.

Ikuti kami di
KOMENTAR
54 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved