Sejarah

Masjid Pucok Krueng Meureudu Pijay

Masjid Teungku di Pucok Krueng Beuracan, terletak di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Masjid tersebut tidak asing lagi bagi masyakarat di Aceh

Penulis: Hendri Abik
Editor: Dinar
Serambi Indonesia
Warga mengunjungi Mesjid Pucik Krueng Meureudu, Pidie Jaya serata menikmati panorama kontruksi bangunan tang masih utuh. SERAMBIWIKI/IDRIS ISMAIL 

Masjid Pucok Krueng Meureudu Pijay

SERAMBIWIKI, ACEH - Masjid Teungku di Pucok Krueng Beuracan, terletak di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Masjid tersebut tidak asing lagi bagi masyakarat di Aceh, karena satu dari sejumlah masjid bersejarah di kabupaten Pidie Jaya.

Masjid dengan bentuk empat persegi itu diperkirakan telah beranjak empat abad.

Meskipun tergolong lama tapi bangunannya masih kokoh.

Masjid yang memiliki arsitektur berbahan atau material utama kayu itu, hingga sekarang masih ramai dikunjungi warga.

Masjid Haji Keuchik Leumik

Letak

Masjid itu terletak persis di pinggir jalan negara atau lintas Banda Aceh-Medan di desa Pucok Krueng Beuracan, terletak di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Dari timur Banda Aceh, jarak masjid berkisar 156 Km, letaknya persis di tepi Jalan Banda Aceh-Medan.

Di masjid, ada benda sejarah peninggalan Teuku Abdussalim yang masih dirawat petugas kenaziran. Tongkat rotan seumur masjid itu, panjangnya 163 cm, masih utuh hingga kini.

Masjid Tuha Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar

Sejarah

Masjid tua ini dibangun oleh Teungku Abdussalam atau Teungku Chik Di Pucok Krueng.

Nama Teungku Chik Di Pucok Krueng inilah yang disematkan menjadi nama masjid tertua di Meureudu pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607 M-1636 M.

Ia merupakan seorang perantau atau penyebar Islam yang berasal dari Madinah, Arab Saudi.

Masjid ini telah dibangun sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda masih berkuasa. Teuku Di Pucok Krueng, kemudian disematkan menjadi nama masjid.

Tongkat rotan seumur masjid itu, panjangnya 163 cm, masih utuh hingga kini.

Selain tongkat, Masjid Beuracan juga menyimpan guci kuno. Warga setempat meyakini, wadah penampung air itu keramat. Bahkan jika air di dalamnya diminum, dapat menyemuhkan berbagai penyakit.

Keunikan serta benda bersejarah yang ada di masjid, tak ayal, mengundang penasaran wisatawan religi. Banyak pula warga yang sering datang bernazar.

Masjid Raya Baiturrahman

-

(SERAMBIWIKI.COM/Hendri Abik/Idris Ismail)

Ikuti kami di
KOMENTAR
52 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved