Rumah Ibadah

Sejarah Singkat Vihara Dharma Bhakti di Aceh: Bukti Keberagaman Agama Ada di Kota Syariat Islam

Vihara Dharma Bhakti yang bercat putih ini masih berdiri kokoh diantara pertokoan di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh.

Penulis: Hendri Abik
Editor: Dinar
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Pelaksanaan ibadah imlek di Vihara Dharma Bhakti pada tahun 2018 

SERAMBIWIKI.COM, ACEH – Berdasarkan catatan sejarah yang diambil dari berbagai sumber, hubungan antara Aceh dan China sudah terjalin sejak abad ke-17 Masehi.

Pada saat itu, para pedagang dari China silih berganti datang ke Aceh.

Mereka adalah pedagang musiman, ada juga yang permanen yang tinggal di perkampungan China di ujung kota dekat pelabuhan.

Pada permukiman itu, rumah mereka didirikan berdekatan satu sama lainnya.

Selain sebagai tempat tinggal sementara, di sana juga digunakan oleh etnis China sebagai tempat menurunkan barang sebelum didistribusikan.

Pemukiman itu hingga sekarang masih ada yang kini dikenal dengan nama Peunayong.

Peunayong disebut juga sebagai Cina Townnya Aceh. Di lokasi ini berdiri empat Vihara, yaitu Vihara Dharma Bhakti, Maitri, Dwi Samudera dan Vihara Sakyamuni.

Di antara empat vihara itu, Vihara Dharma Bhakti merupakan vihara yang tertua.

Vihara Dharma Bhakti yang bercat putih ini masih berdiri kokoh di antara pertokoan di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh.

Dua patung naga ditaruh di atas atap depan.

Sementara di belakang bangunan ini terdapat pusat studi bagi mereka yang berethnis Tionghoa.

Vihara ini sudah ada sejak tahun 1878.

Letak vihara ini ternyata dulunya bukan di Peunayong, melainkan di pesisir Pantai Cermin, Ulee Lheue Banda Aceh.

Namun, karena alasan keamanan Vihara Dharma Bhakti ini dipindah ke Peunayong, akibat lokasi pertamanya tidak aman karena perang dunia sedang berkecamuk.

Akibat perang dunia, Vihara ini ikut hancur terkena bom oleh sekutu.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan Vihara Dharma Bhakti dipindahkan ke Peunayong pada tahun 1936.

Bangunannya kini merupakan bangunan baru yang didirikan di atas lahan bangunan lama yang telah runtuh.

Keberadaannya yang bersamaan dengan tumbuhnya ruko di Peunayong, merupakan bukti dari gambaran aktivitas yang lain dari masyarakat etnis Cina di Peunayong selain berdagang.

Vihara Dharma Bhakti yang ada di Pantai Cermin, Ulee Lheue dulunya itu tak terlepas dari aktivitas etnis Tionghoa yang melakukan perdagangan hingga ke Aceh dan beranak pinak dengan orang pribumi, lalu menetap di Aceh.

Hingga kini, jejak bangunan Vihara di Pantai Cermin sudah tidak terlihat lagi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved